<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arek Gresik Melancong &#187; danau</title>
	<atom:link href="http://arekgresik.com/tag/danau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arekgresik.com</link>
	<description>Melihat dunia dari balik lensa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 01:03:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>On The Way Back Home (Maninjau Lake)</title>
		<link>http://arekgresik.com/2011/07/on-the-way-back-home-maninjau-lake/</link>
		<comments>http://arekgresik.com/2011/07/on-the-way-back-home-maninjau-lake/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 02:28:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Jeprat-jepret]]></category>
		<category><![CDATA[danau]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[maninjau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arekgresik.com/?p=910</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perjalanan pulang dari Kota Pekanbaru, Riau, kami kembali melewati jalan yang bekelok-kelok yang salah satunya adalah kelok sembilan, yang sekali lagi kami tidak bisa mengabadikan gambarnya, karena pada saat itu hari masih sangat gelap karena kami berangkat dinihari buta. Di tengah perjalanan kami tepatnya ditengah2 antara bukit tinggi dan padang, kami mampir dulu untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Danau Maninjau dimanfaatkan penduduk sekitar untuk penangkaran ikan" src="https://lh4.googleusercontent.com/-fxeTXJy_b-o/TjNkxaj3CaI/AAAAAAAAB_Y/xYqjUJWNDR4/Padang_0081.JPG" alt="" width="640" height="427" /></p>
<p>Dalam perjalanan pulang dari Kota Pekanbaru, Riau, kami kembali melewati jalan yang bekelok-kelok yang salah satunya adalah kelok sembilan, yang sekali lagi kami tidak bisa mengabadikan gambarnya, karena pada saat itu hari masih sangat gelap karena kami berangkat dinihari buta. Di tengah perjalanan kami tepatnya ditengah2 antara bukit tinggi dan padang, kami mampir dulu untuk menikmati keindahan danau Maninjau.</p>
<p>Danau ini terletak di kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam. Danau Maninjau ini merupakan danau vulkanik yang terbentuk beribu2 tahun yang lalu, selengkapnya mengenai Danau Maninjau bisa dilihat pada postingan terdahulu pada tahun 2009. ^___^.</p>
<p>Untuk sampai di danau manunjau kembali kami disuguhi dengan kelok2 jalan khas sumatra, kali ini kami melewati kelok 44.</p>
<p><img class="alignnone" title="Kelok 44" src="https://lh4.googleusercontent.com/-8k4IHbSNUbg/TjNpxZIjhNI/AAAAAAAACAg/AvhpxKLlNp4/Padang_0096.JPG" alt="" width="512" height="342" /></p>
<p>Ketika sampai dibawah, perut kami sudah mulai keroncongan dan akhirnya kami mencari sebuah rumah makan yang mempunyai view yang indah&#8230; seperti biasa, sambil sarapan, kami sempatkan untuk mengambil gambar sebagai kenang-kenangan pernah ke danau maninjau ^__^</p>
<p><img class="alignnone" title="Rumah adat minangkabau di tepi maninjau" src="https://lh4.googleusercontent.com/-lVPHOaZxW1Q/TjNkpnC65bI/AAAAAAAAB_E/TEsANoZrsK4/Padang_0077.JPG" alt="" width="512" height="342" /></p>
<p><img class="alignleft" title="Tepi danau maninjau" src="https://lh4.googleusercontent.com/-y-8HRzT4bpk/TjNkxhRuifI/AAAAAAAAB_c/qf3D1tmyu_o/s512/Padang_0083.JPG" alt="" width="274" height="410" /><img class="alignnone" title="Penangkaran Ikan di maninjau lake" src="https://lh4.googleusercontent.com/-WXSSjlR-LF0/TjNkyHlQK7I/AAAAAAAAB_g/lE3Zp1-3ORU/s512/Padang_0082.JPG" alt="" width="274" height="410" /></p>
<p><img class="alignnone" title="4 sekawan narsis di danau maninjau" src="https://lh4.googleusercontent.com/-2frqCKI4E0c/TjNkzHKQobI/AAAAAAAAB_k/B2Lt7ekEqnY/Padang_0084.JPG" alt="" width="512" height="342" /></p>
<p><img class="alignnone" title="narsis duluu... wkwkwk" src="https://lh4.googleusercontent.com/-7eTXx3zz6jU/TjNkuP3kwYI/AAAAAAAAB_U/rU0MDZ3zIj8/Padang_0080.JPG" alt="" width="512" height="342" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arekgresik.com/2011/07/on-the-way-back-home-maninjau-lake/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Danau Maninjau</title>
		<link>http://arekgresik.com/2010/01/danau-maninjau/</link>
		<comments>http://arekgresik.com/2010/01/danau-maninjau/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 00:41:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Jeprat-jepret]]></category>
		<category><![CDATA[danau]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hunting]]></category>
		<category><![CDATA[maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[sumatera barat]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arekgresik.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Kita sebagai bangsa indonesia seharusnya banyak bersyukur karena dikarunia alam yang sangat indah, kemanapun tempat kita tuju, lihat kiri kanan terbentang karunia Nya. Subhanallah&#8230; Salah satu keindahan alam yang diberikan kepada kita adalah Danau Maninjau, yang terletak di Sumatera Barat tepatnya di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 282px"><img class=" " title="Danau Maninjau" src="http://lh5.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S00uDJerEyI/AAAAAAAAAhQ/8TDog-XjkXU/s512/pdg_bukit_019.JPG" alt="Danau Maninjau" width="272" height="410" /><p class="wp-caption-text">Danau Maninjau</p></div>
<p>Kita sebagai bangsa indonesia seharusnya banyak bersyukur karena dikarunia alam yang sangat indah, kemanapun tempat kita tuju, lihat kiri kanan terbentang karunia Nya. Subhanallah&#8230;</p>
<p>Salah satu keindahan alam yang diberikan kepada kita adalah <strong>Danau Maninjau</strong>, yang terletak di Sumatera Barat tepatnya di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.</p>
<p>Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter.</p>
<p>Danau Maninjau ini ternyata menyimpan sebuah cerita di masyarakat yang menyangkut tentang asal-usul terbentuknya danau maninjau ini. Oleh masyarakat sekitar cerita itu disebut sebagai legenda <strong>&#8220;Bujang Sembilan&#8221;</strong>.</p>
<p>Alkisah ada satu keluarga terdiri dari 10 orang, 9 orang laki-laki (bujang) dan seorang perempuan bernama Sani. Keelokan paras dan perilaku Sani menjadi daya pikat tersendiri bagi seorang pemuda bernama Sigiran. Singkat kata mereka kemudian menjalin asmara. Suatau haru mereka dituduh telah melakukan perbuatan amoral oleh para bujang. Untuk membuktikannya, mereka melompat ke kawah Gunung Tinjau. Mereka bersumpah jika mereka melakukan tindak amoral maka gunung ini tidak akan meletus. Akhirnya gunung tersebut meletus yang juga menandakan bahwa Sani dan Sigiran tidak melakukan perbuatan amoral. Dan Hasil letusan tersebut membentuk kawah besar yang kemudian diisi oleh air dan menjadi danau seperti sekarang ini.</p>
<p>Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan <strong>Kelok 44</strong> sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau. Kini dari atas kelok yang ke 44 hingga turun ke danau maninjau sudah diberikan tanda sebagai run down milestone kelok, jadi pengunjung bisa melihat dia sudah mencapai kelok yang keberapa.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img class=" " title="Salah satu kelok di Kelok 44" src="http://lh3.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S00uPpRnDkI/AAAAAAAAAhg/xNj-CJb4rbo/pdg_bukit_024.JPG" alt="Salah satu kelok di Kelok 44" width="512" height="340" /><p class="wp-caption-text">Salah satu kelok di Kelok 44</p></div>
<p><span style="background-color: #ffffff;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arekgresik.com/2010/01/danau-maninjau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Danau Singkarak</title>
		<link>http://arekgresik.com/2010/01/danau-singkarak/</link>
		<comments>http://arekgresik.com/2010/01/danau-singkarak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 09:27:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Jeprat-jepret]]></category>
		<category><![CDATA[danau]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hunting]]></category>
		<category><![CDATA[Singkarak]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arekgresik.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Danau Singkarak berada di dua kabupaten di Sumatera Barat, Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Dengan luas 107,8 km² danau ini merupakan danau terluas ke-2 di Pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Air danau ini sebagian dialirkan melewati terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Padang Pariaman. Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan spesies ikan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img class=" " title="Danau Singkarak" src="http://lh6.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S00tma3XF5I/AAAAAAAAAgs/_76nA0xZf_g/pdg_bukit_014.JPG" alt="Danau Singkarak" width="512" height="340" /><p class="wp-caption-text">Danau Singkarak</p></div>
<p><strong>Danau Singkarak</strong> berada di dua kabupaten di Sumatera Barat, Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Dengan luas 107,8 km² danau ini merupakan danau terluas ke-2 di Pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Air danau ini sebagian dialirkan melewati terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Padang Pariaman.</p>
<p>Ikan bilih (<em>Mystacoleucus padangensis</em>) merupakan spesies ikan yang diperkirakan hanya hidup di danau ini, dan menjadi salah satu makanan khas. Penelitian para ahli mengungkapkan 19 spesies ikan perairan air tawar hidup di habitat Danau Singkarak, Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), dengan ketersediaan bahan makanannya yang terbatas.</p>
<p>Dari 19 spesies itu, tiga spesies di antaranya memiliki populasi kepadatan tinggi, yakni ikan Bilih/Biko (Mystacoleusus padangensis Blkr), Asang/Nilem (Osteochilus brachmoides) dan Rinuak. Spesies ikan lainnya yang hidup di Danau Singkarak adalah, Turiak/turiq (Cyclocheilichthys de Zwani), Lelan/Nillem (Osteochilis vittatus), Sasau/Barau (Hampala mocrolepidota) dan Gariang/Tor (Tor tambroides).</p>
<p>Kemudian, spesies ikan Kapiek (Puntius shwanefeldi) dan Balinka/Belingkah (Puntius Belinka), Baung (Macrones planiceps), Kalang (Clarias batrachus), Jabuih/Buntal (Tetradon mappa), Kalai/Gurami (Osphronemus gurami lac) dan Puyu/Betok (Anabas testudeneus).</p>
<p>Selanjutnya, spesies ikan Sapek/Sepat (Trichogaster trichopterus), Tilan (mastacembelus unicolor), Jumpo/Gabus (Chana striatus), Kiuang/Gabus (Chana pleurothalmus) dan Mujaie/Mujair (Tilapia pleurothalmus), tambah Hafrijal.</p>
<p>Dengan hanya ada 19 spesies ikan yang hidup di Danau Singkarak menunjukkan keanekaragaman ikan di tempat itu tidak telalu tinggi. Kondisi mesogotrofik Danau Singkarak yang menyebabkan daya dukung habitat ini untuk perkembangan dan pertumbuhan organisme air seperti plankton dan betos, sangat terbatas.</p>
<p>Dari beberapa kali penelitian menunjukan populasi plankton dan betos di Danau Singkarak sangat rendah.</p>
<p>Padahal komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton) merupakan basis dari terbentuknya suatu mata rantai makanan dan memegang peranan sangat penting dalam suatu ekosistem danau.</p>
<p>Kondisi tersebut, menyebabkan sumber nutrisi utama ikan secara alamiah umumnya adalah berbagai jenis plankton dan bentos.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 522px"><img class=" " title="Danau Singkarak" src="http://lh4.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S00sryMPbBI/AAAAAAAAAgA/PVlqWolwnyY/pdg_bukit_006.JPG" alt="Danau Singkarak" width="512" height="340" /><p class="wp-caption-text">Salah satu pemandangan di danau singkarak</p></div>
<p>Danau Singkarak berada pada letak geografis koordinat 0, 36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 100,3 Bujur Timur (BT) dengan ketinggian 363,5 meter diatas permukaan laut (mdpl).</p>
<p>Luas permukaan air Danau Singkarak mencapai 11.200 hektar dengan panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dan kedalaman 268 meter.</p>
<p>Danau ini memiliki daerah aliran air sepanjang 1.076 kilometer dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan.</p>
<p>Sumber: wikipedia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arekgresik.com/2010/01/danau-singkarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

