<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arek Gresik Melancong &#187; bandung</title>
	<atom:link href="http://arekgresik.com/tag/bandung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arekgresik.com</link>
	<description>Melihat dunia dari balik lensa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 01:03:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Mengenang KA Parahiangan</title>
		<link>http://arekgresik.com/2010/05/mengenang-ka-parahiangan/</link>
		<comments>http://arekgresik.com/2010/05/mengenang-ka-parahiangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 01:58:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Tahu kah kamu?]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arekgresik.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[KA Parahiangan, kini kereta api langganan orang2 yang setiap hari melakukan perjalanan dari kota bandung ke jakarta dan atau sebaliknya kini telah menjadi kenangan, alasannya klasik seperti halnya perusahaan-perusahaan yang bangkrut lainnya di indonesia. PT KA melikuidasi KA Parahyangan karena selalu merugi rata-rata Rp32 miliar setiap tahunnya. PTKA sendiri awalnya hanya akan mengoperasikan KA Argo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Parahiangan" src="http://lh4.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S9zeQlgxs8I/AAAAAAAABE8/kTWWjwCrT_Q/f_KA57Parahyam_90b2418.jpg" alt="" width="500" height="400" /></p>
<p>KA Parahiangan, kini kereta api langganan orang2 yang setiap hari melakukan perjalanan dari kota bandung ke jakarta dan atau sebaliknya kini telah menjadi kenangan, alasannya klasik seperti halnya perusahaan-perusahaan yang bangkrut lainnya di indonesia. PT KA melikuidasi KA Parahyangan karena selalu merugi rata-rata Rp32  miliar setiap tahunnya.</p>
<p>PTKA sendiri awalnya hanya akan  mengoperasikan KA Argo Gede, namun karena aspirasi masyarakat yang ingin  mempertahankan nama KA Parahyangan yang legendaris, maka PTKA mengganti  nama KA itu dengan KA Argo Parahyangan.</p>
<p>KA Parahyangan sendiri  dioperasikan sejak 31 Juli 1971, dan merupakan salah satu KA legendaris.  KA Parahyangan mencapai masa kejayaanya hingga awal 1990-an, namun  okupansinya merosot drastis pasca dibukanya Tol Cipularang.</p>
<p>Masih teringat jelas beberapa kali ke bandung dari jakarta, kereta ini membawa banyak kenangan manis bersama teman2, pemandangan indah dari jendela KA Parahiangan yang melewati indah nya alam pedesaan antara jakarta hingga bandung, walaupun bukan orang bandung dan tidak terlalu sering malakukan perjalanan dari dan ke bandung, tapi kalau dilihat dari frekuensi dan animo masyarakat yang menggunakan jasa kereta api yang sudah cukup berumur ini, tampak jelas sekali bahwa kereta ini sudah menjadi bagian dari hidup warga bandung yg tengah mencari rizki di jakarta dan sekitarnya dan sebaliknya.</p>
<p>Terakhir kali saya kesana setahun yang lalu, berangkat sendirian dari stasiun Gambir kota jakarta dengan niat jeprat-jepret menyalutkan hobi fotografi dengan membawa perlengkapan lengkap, saya sudah ditunggu teman2 yang sudah terlebih dahulu berada disana, ada Rinta Adita dari jakarta yg terlebih dulu berada disana karena ada urusan kantor beberapa hari sebelumnya, ada Vivin dan Danu, mahasiswa dari Malang yang sengaja datang beberapa hari sebelumnya untuk menghabiskan waktu libur kuliahnya di Bandung, dan ada satu lagi Pingki yang memang sudah stay lama di bandung karena kuliah di ITB. Kapan ya bisa jalan2 bareng lagi ^__^, lebih lengkap tentang perjalanan waktu itu ada di posting sebelumnya (<a title="Kawah Putih" href="http://arekgresik.com/2010/02/kawah-putih-ciwidey/" target="_blank">kawah putih</a>, <a title="Braga" href="http://arekgresik.com/2010/02/jalan-braga-bandung/" target="_blank">braga</a> dll).</p>
<p>Kembali ke kereta api parahiangan, waktu itu&#8230; saya agak lupa berapa pastinya harga tiket dari jakarta-bandung dan sebaliknya, tapi yang jelas untuk kelas eksekutif yang saya naiki tidak terlalu mahal dan yang jelas saya dapat banyak kenalan baru ketika berada di kereta api itu ^__^, bahkan sampai sekarang masih sering kontak.</p>
<p>Bagi penumpang dan pengguna kereta api Parahiangan tidak usah khawatir, karena kereta ini tidak benar2 hilang dari peredaran, KA Parahiangan kini karena keterbatasan biaya operasional kini telah bergabung dengan KA lain yaitu Kereta Api Argo Gedhe menjadi Kereta Api Argo Parahiangan. Tarif yang ditawarkan pun tidak kalah kompetitif seperti KA Parahiangan.</p>
<p>Berdasarkan sumber dari website berita <a title="berita antara" href="http://news.antara.co.id" target="_blank">Antara</a>, Tarif KA Argo Parahyangan antara lain kelas eksekutif untuk hari Selasa  hingga Kamis senilai Rp50 ribu, sedangkan untuk kelas eksekutif Jumat,  Sabtu, Minggu dan hari libur Rp65.000.</p>
<p>Sementara itu, tarif kelas  bisnis tidak berubah sama seperti kelas bisnis KA Parahyangan yakni  Rp30 ribu.</p>
<p>&#8220;Tarif Parahyangan ada, juga tarif Argo Gede masih  bisa dinikmati. Jadwal perjalanan disesuaikan dengan kebutuhan penumpang  KA Parahyangan dan Argo Gede,&#8221; kata Bambang.</p>
<p>Dengan beroperasinya KA Argo Parahaingan, maka KA  Parahyangan dan KA Argo Gede berakhir sudah pengabdian kedua kereta itu  di jalur Bandung &#8211; Jakarta dan sebaliknya.</p>
<p>Kapan2 kalau ada waktu ingin mencoba menaiki kereta api baru ini, ada yang pengen nemenin, yuuk bareng2 hehe&#8230;  ^__^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arekgresik.com/2010/05/mengenang-ka-parahiangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan Braga &#8211; Bandung</title>
		<link>http://arekgresik.com/2010/02/jalan-braga-bandung/</link>
		<comments>http://arekgresik.com/2010/02/jalan-braga-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 06:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Jeprat-jepret]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Braga]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arekgresik.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang kita semua ketahui bahwa Bangsa Indonesia pernah dijajah oleh beberapa bangsa barat seperti Belanda, Inggris dan Portugis, hal ini membawa kenangan buruk bagi kita semua. Tapi ternyata dibalik kenangan buruk yang selalu menghiasi bangsa ini akibat penjajahan yg dialami, ada peninggalan-peninggalan yang sekarang ini justru menghiasi sudut2 kota-kota penting di indonesia seperti Jakarta, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><img title="Jalan Braga" src="http://lh4.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S3D5_NafpEI/AAAAAAAAAwc/MBL0dI8aZdo/Braga_001.jpg" alt="Jalan Braga" width="600" height="399" /><p class="wp-caption-text">Jalan Braga @Night</p></div>
<p>Seperti yang kita semua ketahui bahwa Bangsa Indonesia pernah dijajah oleh beberapa bangsa barat seperti Belanda, Inggris dan Portugis, hal ini membawa kenangan buruk bagi kita semua. Tapi ternyata dibalik kenangan buruk yang selalu menghiasi bangsa ini akibat penjajahan yg dialami, ada peninggalan-peninggalan yang sekarang ini justru menghiasi sudut2 kota-kota penting di indonesia seperti Jakarta, bandung, jogjakarta, surabaya, malang dan lain2, yaitu bangunan-bangunan kuno peninggalan hindia belanda.</p>
<p>Salah satu peninggalan itu terletak di Jalan Braga, Bandung. Di tepi kiri kanan jalan ini dipenuhi dengan bangunan2 kuno dan tempat perbelanjaan.</p>
<p>Di sisi kanan kiri Jalan Braga terdapat kompleks pertokoan yang memiliki arsitektur dan tata kota yang tetap mempertahankan ciri arsitektur lama pada masa Hindia Belanda. Tata letak pertokoan tersebut mengikuti model yang ada di Eropa sesuai dengan perkembangan kota Bandung pada masa itu (1920-1940-an) sebagai kota mode yang cukup termasyhur seperti halnya kota Paris pada saat itu. Di antara pertokoan tersebut yang masih mempertahankan ciri arsitektur lama adalah pertokoan Sarinah, Apotek Kimia Farma dan Gedung Merdeka (Gedung Asia Afrika yang dulunya adalah gedung <em>Societeit Concordia</em>). Model tata letak jalan dan gedung gedung pertokoan dan perkantoran yang berada di Jalan Braga juga terlihat pada model jalan-jalan lain di sekitar Jalan Braga seperti Jalan Suniaraja (dulu dikenal sebagai <em>Jalan Parapatan Pompa</em>) dan Jalan Pos Besar (<em>Postweg</em>) yang dibangun oleh Gubernur Jendral Herman Willem Daendels pada tahun 1811, di depan Gedung Merdeka.</p>
<p><strong>Sejarah</strong></p>
<p>Awalnya Jalan Braga adalah sebuah jalan kecil di depan pemukiman yang cukup sunyi sehingga dinamakan <em>Jalan Culik</em> karena cukup rawan, juga dikenal sebagai <em>Jalan Pedati</em> (<em>Pedatiweg</em>) pada tahun 1900-an. Jalan Braga menjadi ramai karena banyak usahawan-usahawan terutama berkebangsaan Belanda mendirikan toko-toko, bar dan tempat hiburan di kawasan itu seperti toko <em>Onderling Belang</em>. Kemudian pada dasawarsa 1920-1930-an muncul toko-toko dan <em>butik</em> (<em>boutique</em>) pakaian yang mengambil model di kota Paris, Perancis yang saat itu merupakan kiblat model pakaian di dunia. Dibangunnya gedung Societeit Concordia yang digunakan untuk pertemuan para warga Bandung khususnya kalangan <em>tuan-tuan hartawan</em>, Hotel Savoy Homann, gedung perkantoran dan lain-lain di beberapa blok di sekitar jalan ini juga meningkatkan kemasyhuran dan keramaian jalan ini.</p>
<p>Namun sisi buruknya adalah munculnya hiburan-hiburan malam dan kawasan <em>lampu merah</em> (<em>kawasan remang-remang</em>) di kawasan ini yang membuat Jalan Braga sangat dikenal turis. Dari sinilah istilah kota Bandung sebagai <em>kota kembang</em> mulai dikenal. Sehingga perhimpunan masyarakat warga Bandung saat itu membuat selebaran dan pengumuman agar &#8220;<em>Para Tuan-tuan Turis sebaiknya tidak mengunjungi Bandung apabila tidak membawa istri atau meninggalkan istri di rumah</em>&#8220;.</p>
<p>Di beberapa daerah dan kota-kota yang berdiri serta berkembang pada masa Hindia Belanda, juga dikenal nama jalan-jalan yang dikenal seperti halnya Jalan Braga di Bandung seperti Jalan Kayoetangan di kota Malang yang juga cukup termasyhur dikalangan para Turis terutama dari negeri Belanda juga Jalan Malioboro di Yogyakarta dan beberapa ruas jalan di Jakarta. Namun sayangnya nama asli jalan ini tidak dipertahankan atau diubah dari nama sebelumnya yang dianggap populer seperti halnya Jalan Kayoetangan di kota Malang diganti menjadi Jalan Basuki Rahmat.</p>
<p>&#8212;</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 214px"><img class=" " title="Braga" src="http://lh5.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S3EBfs3JvjI/AAAAAAAAAwo/O-9ETMCz4Q0/s512/Braga_700px_015.JPG" alt="Braga" width="204" height="307" /><p class="wp-caption-text">Braga </p></div>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 214px"><img class=" " title="Braga City Walk" src="http://lh6.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S3EBf7GlVkI/AAAAAAAAAws/1zmVQTKmfnc/s512/Braga_700px_016.JPG" alt="Braga City Walk" width="204" height="307" /><p class="wp-caption-text">Braga City Walk</p></div>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 214px"><img class=" " title="Pintu kuno" src="http://lh6.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S3EBf1td0DI/AAAAAAAAAww/3r0FdtsVTOY/s512/Braga_700px_017.JPG" alt="Pintu kuno" width="204" height="307" /><p class="wp-caption-text">Pintu kuno</p></div>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 214px"><img title="Penunggu Braga" src="http://lh6.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S3EBf6TZFeI/AAAAAAAAAw0/Q6G4xKNuCgU/s512/Braga_700px_018.JPG" alt="Penunggu Braga" width="204" height="307" /><p class="wp-caption-text">Penunggu Braga</p></div>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 430px"><img class=" " title="Cicak pose" src="http://lh6.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S3EBgBbUwtI/AAAAAAAAAw4/sgU8cREnJIM/Braga_700px_019.JPG" alt="Cicak pose" width="420" height="279" /><p class="wp-caption-text">Cicak pose</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arekgresik.com/2010/02/jalan-braga-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kawah Putih &#8211; Ciwidey</title>
		<link>http://arekgresik.com/2010/02/kawah-putih-ciwidey/</link>
		<comments>http://arekgresik.com/2010/02/kawah-putih-ciwidey/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 06:11:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Jeprat-jepret]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[ciwidey]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[kawah putih]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arekgresik.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Ciwidey adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini terletak di sebelah selatan Kota Bandung. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Cianjur, dengan akses jalan yang menembus daerah Cianjur selatan. Ciwidey dikenal sebagai daerah tujuan pariwisata, dan juga sebagai daerah penghasil produk-produk pertanian dan perkebunan. Objek wisata di daerah ini diantaranya adalah: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 548px"><img class="  " title="Kawah PUtih" src="http://lh5.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S2-KLJDJk9I/AAAAAAAAAvc/sfSDLpulGyQ/Ciwidey_002_800px.JPG" alt="Kawah PUtih" width="538" height="358" /><p class="wp-caption-text">Kawah PUtih</p></div>
<p><strong>Ciwidey</strong> adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa  Barat, Indonesia.</p>
<p>Kecamatan ini terletak di sebelah selatan Kota  Bandung. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Cianjur, dengan akses jalan yang menembus daerah  Cianjur selatan.</p>
<p>Ciwidey dikenal sebagai daerah tujuan pariwisata, dan juga sebagai  daerah penghasil produk-produk pertanian dan perkebunan. Objek wisata di  daerah ini diantaranya adalah:</p>
<ul>
<li>Situ Patenggang</li>
<li>Ranca Upas</li>
<li>Kawah Putih</li>
<li>eMTe Highland Resort</li>
<li>Pemandian Air panas Cimanggu</li>
<li>Pemandian Air Panas dan Cottage Walini</li>
</ul>
<p>Karena keterbatasan waktu kami, maka hanya bisa datang ke satu tempat saja, kami memutuskan untuk ke Kawah Putih.</p>
<p>Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha  dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara  8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat, saat berarti  surut dalam Bahasa Sunda, yang berada di bagian barat dan di bawahnya  Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut. Kedua  kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada sekitar abad X dan  XII silam. Kawah Putih ini terletak  sekitar 46 km dari Kota Bandung atau 35 km dari ibukota Kabupaten  Bandung, Soreang, menuju Ciwidey.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 268px"><img class=" " title="Kawah Putih" src="http://lh3.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S2-KMBVfPcI/AAAAAAAAAvg/bxv2mMBTJ-g/s512/Ciwidey_003_800px.JPG" alt="Kawah Putih" width="258" height="358" /><p class="wp-caption-text">Kawah Putih</p></div>
<p><strong>Legenda Kawah Putih</strong></p>
<p><strong> </strong>Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak  Tua atau ”Patua”. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Gunung  Sepuh. Dahulu masyarakat setempat menganggap kawasan Gunung  Patuha dan Kawah Putih ini sebagai daerah yang angker, tidak seorang pun  yang berani menjamah atau menuju ke sana. Konon karena angkernya,  burung pun yang terbang melintas di atas kawah akan mati.</p>
<p>Misteri keindahan danau Kawah Putih baru  terungkap pada tahun 1837 oleh seorang peneliti botanis Belanda  kelahiran Jerman, <strong>Dr. Franz Wilhelm Junghuhn</strong> (1809-1864) yang melakukan penelitian di kawasan ini. Sebagai seorang  ilmuwan, Junghuhn tidak mempercayai begitu saja cerita masyarakat  setempat. Saat ia melakukan perjalanan penelitiannya menembus hutan  belantara Gunung Patuha, akhirnya ia menemukan sebuah danau kawah yang  indah. Sebagaimana halnya sebuah kawah gunung, dari dalam danau keluar  semburan aliran lava belerang beserta gas dan baunya yang menusuk  hidung. Dari hal tersebut terungkap bahwa kandungan belerang yang sangat  tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang melintas di  atas permukaan danau Kawah Putih.</p>
<p>Karena kandungan belerang di danau kawah tersebut  sangat tinggi, pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik  belerang dengan nama <strong><em>Zwavel Ontgining</em></strong> ‘<strong>Kawah  Putih</strong>’. Kemudian pada zaman Jepang, usaha tersebut dilanjutkan  dengan nama <em>Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey</em> yang langsung  berada di bawah penguasaan militer Jepang.</p>
<p>Di sekitar kawasan Kawah Putih terdapat beberapa  makam leluhur, antara lain makam Eyang Jaga Satru, Eyang Rongga Sadena,  Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom, dan Eyang  Jambrong. Salah satu puncak Gunung Patuha yakni Puncak Kapuk, konon  merupakan tempat pertemuan para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga  Satru. Konon, di tempat ini terkadang secara gaib terlihat sekumpulan  domba berbulu putih yang oleh masyarakat disebut domba lukutan.</p>
<p>Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan  tersendiri. Air di danau kawahnya  dapat berubah warna, kadangkala  berwarna hijau apel kebiru-biruan bila terik matahari dan cuaca terang,  terkadang pula berwarna coklat susu. Paling sering terlihat airnya  berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah. Selain  permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya  pun didominasi warna putih, oleh karena itu kawah tersebut dinamakan  Kawah Putih.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 255px"><strong><strong><img class="  " title="Kawah Putih" src="http://lh3.ggpht.com/_C9W83jFIH14/S2-KJybIpmI/AAAAAAAAAvY/G1VipR35hbE/s512/Ciwidey_001_800px.JPG" alt="Kawah Putih" width="245" height="369" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Kawah Putih</p></div>
<p><strong>Menuju ke Kawah Putih</strong></p>
<p>Perjalanan menuju Kawah Putih, Ciwidey kami tempuh dengan menggunakan mobil avanza sewaan. Jalan yang berliku-liku yang harus dilalui sampai ketempat tujuan kami lewati, jalanan waktu itu ramai sekali mengingat saat itu bertepatan dengan liburan lumayan panjang. Di tengah perjalanan, saya sebagai pengemudi baru mengetahui kalau rem tangan mobil yang kami sewa tidak berfungsi dengan baik, walhasil kaki rasanya capek menahan rem dan kopling hingga sampai ditempat tujuan.</p>
<p>Pada saat sampai tujuan pun jadi bungung untuk memarkir mobil, karena harus mencari tempat yang tidak miring, akhirnya dapat juga tp tetap kami tahan roda nya dengan batu untuk jaga2 agar mobilnya tidak bergerak karena rem tangannya rusak.</p>
<p>Akhirnya sesampai di sana, langsung saja spontan kami mengeluarkan kamera dan foto2 bernarsis ria hehehe&#8230;</p>
<p>Setelah capek keliling-keliling dan foto-foto, kami memutuskan untuk istirahat dengan melihat anak2 SMA yang sedang melakukan outbound disekitar kawah putih sambil menikmati sajian strawberry. Ada yang menarik yang kami temukan disini, yaitu strawberry yang dijual disana semuanya berukuran besar, tidak seperti didaerah lain, katakanlah seperti di malang, bentuk strawberry nya lebih kecil dibandingkan di bandung. Satu lagi, ada sate strawberry, hmmmm yummy&#8230; wuenak, beberapa strawberry ditusuk dengan tusuk sate kemudian diolesi dengan coklat yang mengalir seperti air terjun mini di warung yang jualan. Hmmm&#8230; jadi pengen kesana lagi ^__^ tp kapan ya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arekgresik.com/2010/02/kawah-putih-ciwidey/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

