Knapa sate daging pake lemak??
jawabnya gampang biar empuk tau’
Knapa sate daging pake lemak??
jawabnya gampang biar empuk tau’
tahukah kamu?
ternyata untuk membuat daging bisa jadi empuk dan tidak keras ketika dimakan, dapat dilakukan dengan beberapa cara:
1. dibungkus dengan daun singkong
2. diungkep dengan potongan nanas
3. dipukul dengan palu daging (wakakkaka… can’t choose the right name for the tool ^^)
Jembatan Suramadu
Jika kita tanya kepada orang apa icon jawa timur dan bahkan indonesia yang sekarang ini sedang naik daun, maka kebanyakan orang akan menjawab “Jembatan Suramadu”. Pembangunan jembatan yang diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009 ini cukup fenomenal mengingat waktu pembuatannya yang sangat panjang dan lama (kayak coki-coki aja hehe) dan menggusur beberapa tanah, perkebunan dan bahkan pemukiman penduduk, sempat terjadi cekcok gara2 ada pabrik tahu milik pejabat negara yang tidak mau digusur, tapi dengan alasan yang cukup masuk akal yaitu menghubungkan surabaya dengan madura sehingga diharapkan akan ada kemajuan di sisi madura baik dari segi ekonomi, pembangunan dan peradaban.
Jembatan yang dibangun dengan panjang 5.438 m ini memiliki 3 bagian jembatan yaitu: jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge). Dengan seperti yang disebutkan tadi, jembatan suramadu menjadi jembatan terpanjag di indonesia tp belum menjadi jembatan terpanjang di asia tenggara (jembatan terpanjang di asia tenggara ada di malaysia: Jembatan Penang)
Pembangunan Jembatan Suramadu membawa 2 dampak yang saling bertolak belakang, pertama, pembangunan dan akses ke madura bisa masuk dengan masuk sehingga diharapkan nantinya akan ada investor yang mulai masuk menggarap pulau yang terkenal dengan sate madura nya ini ^__^
Kedua, transportasi kapal Feri yang dari pelabuhan perak mulai merasakan dampak yang kurang mengenakkan karena kebanyakan pelanggan sudah beralih menggunakan jembatan suramadu untuk menyeberang ke pulau madura. Hal ini disebebkan karena kenyamanan dalam penyeberangkan, tidak ada antri kapal dan tarif yang jauh lebih murah semakin memantapkan penggunaan jembatan suramadu.
Pintu tol Jembatan Suramadu (sisi madura)
Anyhow, pembangunan memang membawa pengeruh baik dan buruk bagi yang melakukan, beberapa seperti yang disebutkan diatas, adalagi yang lebih perlu mendapat perhatian, tentang pergaulan anak2 muda nya, semakin mudah akses ke surabaya dan sekitarnya, akan banyak informasi yang masuk dan gampang akses untuk mendapatkan hiburan2 yg bisa didapatkan di kota seperti surabaya. Jika nanti sudah banyak investor yang masuk dan mengembangkan tempat wisata atau industri, maka akan muncul permasalahan baru, yaitu pencemaran lingkungan. Sepertinya pemerintah daerah harus segera memikirkannya sebelum hal itu terjadi.
Oiya, Jembatan Suramadu di bangun menggunakan semennya Semen Gresik lho… hehehe *promosi*
Semen Gresik membuatkan semen khusus untuk pembangunan Jembatan Suramadu ini, yaitu jenis semen SBC (Special Blended Cement), SBC merupakan jenis semen yang didesign untuk pembangunan bangunan yang tahan korosi seperti jembatan suramadu ini. Sekarang banyak permintaan dari luar negeri terhadap semen ini, bahkan china mencoba membuat jenis semen model ini masih belum berhasil, Semen Gresik memang mantabbbbbb,,…
“Semen Gresik, Kokoh Tak Tertandingi” semen andalan bangsa Indonesia ^___^
[pluginpicasaembed id="5432498839040090065"]
Sunset di pantai arta pariaman
Kota Pariaman merupakan salah satu kota di Sumatera Barat, Indonesia. Merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Padang Pariaman yang terletak di pesisir pantai sebelah utara kota Padang, Indonesia. Pariaman terletak diantara kota Bukit Tinggi dan Kota Padang, jadi beberapa waktu yang lalu ketika kembali dari Kota Bukit Tinggi menuju Kota Padang yang waktu itu menjelang maghrib kami sempatkan untuk mampir sejenak untuk mengambil gambar sunset di pantai arta pariaman, subhanallah… indah nya ciptaah Allah
Tetapi dari keindahan alami pantai di daerah pariaman ini, ada yang mengganjal, lagi-lagi tentang pengelolaan tempat wisata, pemerintah daerah yang menjadi penanggung jawab aset yang indah ini kurang memperhatikan potensi yang luar biasa ini.
Usulan saya si, kalau memang pemerintah daerah tidak sanggup mengelola dengan baik mendingan dilepas aja ke swasta biar bisa terkelola dengan baik. Terbukti di beberapa tempat wisata yang dikelola oleh swasta hasil nya lumayan memuaskan.
Sunset di Pantai Pariaman
Di luar permasalahan diatas, pantai arta pariaman juga menjadi tujuan wisata yang cukup diminati pasangan muda-mudi ataupun keluarga untuk menghabiskan akhir pekan nya, bisa dilihat beberapa foto yang menggambarkan kondisi tersebut dibawah.
Bermain pasir
rekreasi keluarga
Memancing

Sky High
Isen buka-buka stok foto lama di hardisk sambil menunggu jemputan mobil ke Kantor Indarung, pas buka foto2 langit yang saya ambil dari jendela pesawat, sejenak mengingatkan saya dengan indah nya ciptaan Allah, subhanallah
Lain kali pengen ngambil foto dari atas langit lagi ah… tp kok g pernah dapat kesempatan duduk disamping jendela lagi ya… dapat kesempatan ya kok pas lagi g bawa kamera hiks…
[pluginpicasaembed id="5432423700506161649"]
Gadis itu masih berusia enam belas tahun ketika perutnya mengalami konstraksi hebat yang membuatnya berteriak-teriak kesakitan. Usianya masih di awal enam belas, dengan tubuh ringkih seorang remaja, ketika sekujur tubuhnya berpeluh menahan denyutan-denyutan tak bersahabat yang membuatnya hampir putus asa dan membuatnya berpikir ulang, “Have I made a clever decision?”
Gadis itu masih berusia enam belas tahun ketika ia harus mengejan sekuat tenaga untuk mendorong bayi kecil perempuan itu dari dalam perutnya, safe and sound. Dengan segala kekuatan yang mendadak tumbuh sedemikian hebatnya ketika ia mendengar seorang perawat mengatakan, “Come on… Sedikit lagi… Push.. push… We can see the head’s coming!”
Ia memang masih berusia enam belas tahun; sangat labil, sangat emosional, sangat… um, muda.
Pertanyaan itu terus menggayut di dalam isi kepala gadis usia enam belas tahun itu sampai ia sesak nafas karenanya.
“Have I chose the right path? Have I took the right turn? Have I made the right decision?”
Sampai akhirnya, seorang bayi perempuan, berbobot normal, berambut gelap, bermata seperti biji berlian, menangis di pelukannya…menangis dalam timangannya… lalu memandangnya dengan kedua mata yang jernih ketika usai menyusu air susunya… Yeah. By that time she knew, she did the right thing, she made a clever decision…
Her name is Lorelai Gilmore, seorang perempuan yang enam belas tahun kemudian menjelma menjadi seorang perempuan sukses, dengan karir yang hebat, dan berhasil membesarkan puterinya, Rory Gilmore, menjadi a straight A’s student di sekolah terbaik dan menjadi calon mahasiswi idaman universitas Harvard.
Siapa yang menyangka bahwa keputusannya enam belas tahun itu adalah keputusan yang tepat? Membiarkan janin itu tumbuh di dalam perutnya lalu melahirkannya sembilan bulan kemudian dan membesarkannya tanpa suami. Ia memang memutuskan untuk tidak menerima pinangan pacarnya yang sama-sama masih remaja, masih awal enam belas tahun, yang dia pikir bukanlah seorang suami yang bisa membuat hidupnya jauh lebih baik.
She really thinks that raising a kid with herself was a clever decision. Entah apa yang terjadi kalau pada saat itu, ia memutuskan untuk gave up the child atau malah menikah di usia muda… Mungkin, ia malah tidak akan menjadi seorang perempuan berdedikasi tinggi seperti sekarang ini.
But anyhow..
It was only a movie, potongan adegan dari film seri yang saya tonton satu pekan kemarin, yang membuat saya rela begadang sampai pukul tiga pagi, karena saya tak bisa berhenti menonton kepingan episod-nya. It was Gilmore Girls, film seri Hollywood yang membuat saya berpikir cukup hebat dan otak saya terokupasi dengan pertanyaan-pertanyaan (tidak penting?).
Yeah,maybe it was only a movie, tapi bukankah terkadang, sebuah film terinspirasi dari kejadian-kejadian nyata.
Iseng2 motret Twin Plaza pas lewat di slipi dari bandara soekarno hatta, beberapa kali lewat disini bangunan kembar yang berwarna-warni ini menyita perhatian saya ^__^
Twin Plaza ini sempat beberapa kali dipakai untuk acara Putri Indonesia, sempat pas nginep disini pas ada acara Putri Indonesia, lumayan buat tptpt d: hehehe…
Disamping lumayan dekat jika dari bandara sukarno hatta, hotel ini juga dekat dengan tempat2 perbelanjaan dan mall, seperti Mall Taman Anggerk dll
Danau Maninjau
Kita sebagai bangsa indonesia seharusnya banyak bersyukur karena dikarunia alam yang sangat indah, kemanapun tempat kita tuju, lihat kiri kanan terbentang karunia Nya. Subhanallah…
Salah satu keindahan alam yang diberikan kepada kita adalah Danau Maninjau, yang terletak di Sumatera Barat tepatnya di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.
Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter.
Danau Maninjau ini ternyata menyimpan sebuah cerita di masyarakat yang menyangkut tentang asal-usul terbentuknya danau maninjau ini. Oleh masyarakat sekitar cerita itu disebut sebagai legenda “Bujang Sembilan”.
Alkisah ada satu keluarga terdiri dari 10 orang, 9 orang laki-laki (bujang) dan seorang perempuan bernama Sani. Keelokan paras dan perilaku Sani menjadi daya pikat tersendiri bagi seorang pemuda bernama Sigiran. Singkat kata mereka kemudian menjalin asmara. Suatau haru mereka dituduh telah melakukan perbuatan amoral oleh para bujang. Untuk membuktikannya, mereka melompat ke kawah Gunung Tinjau. Mereka bersumpah jika mereka melakukan tindak amoral maka gunung ini tidak akan meletus. Akhirnya gunung tersebut meletus yang juga menandakan bahwa Sani dan Sigiran tidak melakukan perbuatan amoral. Dan Hasil letusan tersebut membentuk kawah besar yang kemudian diisi oleh air dan menjadi danau seperti sekarang ini.
Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau. Kini dari atas kelok yang ke 44 hingga turun ke danau maninjau sudah diberikan tanda sebagai run down milestone kelok, jadi pengunjung bisa melihat dia sudah mencapai kelok yang keberapa.
Salah satu kelok di Kelok 44
Danau Singkarak
Danau Singkarak berada di dua kabupaten di Sumatera Barat, Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Dengan luas 107,8 km² danau ini merupakan danau terluas ke-2 di Pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Air danau ini sebagian dialirkan melewati terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Padang Pariaman.
Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan spesies ikan yang diperkirakan hanya hidup di danau ini, dan menjadi salah satu makanan khas. Penelitian para ahli mengungkapkan 19 spesies ikan perairan air tawar hidup di habitat Danau Singkarak, Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), dengan ketersediaan bahan makanannya yang terbatas.
Dari 19 spesies itu, tiga spesies di antaranya memiliki populasi kepadatan tinggi, yakni ikan Bilih/Biko (Mystacoleusus padangensis Blkr), Asang/Nilem (Osteochilus brachmoides) dan Rinuak. Spesies ikan lainnya yang hidup di Danau Singkarak adalah, Turiak/turiq (Cyclocheilichthys de Zwani), Lelan/Nillem (Osteochilis vittatus), Sasau/Barau (Hampala mocrolepidota) dan Gariang/Tor (Tor tambroides).
Kemudian, spesies ikan Kapiek (Puntius shwanefeldi) dan Balinka/Belingkah (Puntius Belinka), Baung (Macrones planiceps), Kalang (Clarias batrachus), Jabuih/Buntal (Tetradon mappa), Kalai/Gurami (Osphronemus gurami lac) dan Puyu/Betok (Anabas testudeneus).
Selanjutnya, spesies ikan Sapek/Sepat (Trichogaster trichopterus), Tilan (mastacembelus unicolor), Jumpo/Gabus (Chana striatus), Kiuang/Gabus (Chana pleurothalmus) dan Mujaie/Mujair (Tilapia pleurothalmus), tambah Hafrijal.
Dengan hanya ada 19 spesies ikan yang hidup di Danau Singkarak menunjukkan keanekaragaman ikan di tempat itu tidak telalu tinggi. Kondisi mesogotrofik Danau Singkarak yang menyebabkan daya dukung habitat ini untuk perkembangan dan pertumbuhan organisme air seperti plankton dan betos, sangat terbatas.
Dari beberapa kali penelitian menunjukan populasi plankton dan betos di Danau Singkarak sangat rendah.
Padahal komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton) merupakan basis dari terbentuknya suatu mata rantai makanan dan memegang peranan sangat penting dalam suatu ekosistem danau.
Kondisi tersebut, menyebabkan sumber nutrisi utama ikan secara alamiah umumnya adalah berbagai jenis plankton dan bentos.
Salah satu pemandangan di danau singkarak
Danau Singkarak berada pada letak geografis koordinat 0, 36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 100,3 Bujur Timur (BT) dengan ketinggian 363,5 meter diatas permukaan laut (mdpl).
Luas permukaan air Danau Singkarak mencapai 11.200 hektar dengan panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dan kedalaman 268 meter.
Danau ini memiliki daerah aliran air sepanjang 1.076 kilometer dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan.
Sumber: wikipedia
Kiln Pabrik Indarung I
PT. Semen Padang merupakan pabrik semen yang pertama kali berdiri di indonesia, yaitu berdiri pada tahun 1910 dan mulai beroperasi pada tahun 1930. Pada tahun 1994, PT. Semen Padang yang awalnya adalah BUMN, bergabung dengan PT. Semen Gresik Tbk dengan kepemilikan saham 99,99% oleh PT. Semen Gresik Tbk.
PT. Semen Padang berdiri sejak lama, sehingga ada pabrik yang sudah berusia tua sudah tidak efektif lagi untuk digunakan berproduksi dan fungsinya sudah digantikan oleh pabrik2 yang lain di indarung. Mesin-mesin pabrik nya masih kelihatan sangat jelas sekali bahwa pada masanya, pabrik ini dengan perkasa nya memproduksi semen untuk memenuhi kebutuhan pembangunan nasional, hanya saja kondisi fisik sekarang kebanyakan sudah tidak terawat lagi. Overall, lokasi pabrik tua sangat cocok untuk dijadikan sasaran para kuli kamera untuk wisata jeprat-jepret, bagus juga untuk pre wedding ^__^
Berikut beberapa foto hasil jepretan iseng di musium Pabrik Semen Indarung I, diambil sambil brusutan ke lorong-lorong bekas pabrik yang sudah karatan dan sudah banyak lumut yang tumbuh disekelilingnya, sehingga cukup licin untuk dilalui, salah-salah ketika asyik motret-motret tidak lihat sekitar bisa-bisa terpeleset ^__^
[pluginpicasaembed id="5424746109681529041"]