July 17th, 2010 | Tags: ,

Masih disekitaran kota Batu, Malang dan masih juga dalam satu session dengan foto pada posting sebelumnya ^^ waktu itu tiba2 didaerah sekitar pegunungan dipenuhi dengan kabut, woww… subhanallah… salah satu foto yang sempat terabadikan dapat dilihat diatas ^__^

Pada tulisan diatas, sempat saya sebut tentang kabut, lalu apakah kabut itu? dan bagaimana asal usul kabut?

Kabut atau dalam bahasa inggris disebut Fog adalah kumpulan tetes-tetes air yang sangat kecil yang melayang-layang di udara. Kabut mirip dengan awan, perbedaannya, awan tidak menyentuh permukaan bumi, sedangkan kabut menyentuh permukaan bumi. Biasanya kabut bisa dilihat di daerah yang dingin atau daerah yang tinggi. Kira-kira bagaimana ya kabut bisa terbentuk? Jika ingin tahu jawabannya silahkan lanjutkan membaca artikel ini selengkapnya.

Pada umumnya, kabut terbentuk ketika udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya. Jika udara berada di atas daerah perindustrian, udara itu mungkin juga mengandung asap yang bercampur kabut membentuk kabut berasap, campuran yang mencekik dan pedas yang menyebabkan orang terbatuk. Di kota-kota besar, asap pembuangan mobil dan polutan lainnya mengandung hidrokarbon dan oksida-oksida nitrogen yang dirubah menjadi kabut berasap fotokimia oleh sinar matahari. Ozon dapat terbentuk di dalam kabut berasap ini menambah racun lainnya di dalam udara. Kabut berasap ini mengiritasikan mata dan merusak paru-paru. Seperti hujan asam, kabut berasap dapat dicegah dengan mengehentikan pencemaran atmosfer.

Kabut juga dapat terbentuk dari uap air yang berasal dari tanah yang lembab, tanaman-tanaman, sungai, danau, dan lautan. Uap air ini berkembang dan menjadi dingin ketika naik ke udara. Udara dapat menahan uap air hanya dalam jumlah tertentu pada suhu tertentu. Udara pada suhu 30º C dapat mengandung uap air sebangyak 30 gr uap air per m3, maka udara itu mengandung jumlah maksimum uap air yang dapat ditahannya. Volume yang sama pada suhu 20º C udara hanya dapat menahan 17 gr uap air. Sebanyak itulah yang dapat ditahannya pada suhu tersebut. Nah, udara yang mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.

Ketika suhu udara turun dan jumlah uap air melewati jumlah maksimum uap air yang dapat ditahan udara, maka sebagian uap air tersebut mulai berubah menjadi embun. Kabut akan hilang ketika suhu udara meningkat dan kemampuan udara menahan uap air bertambah. Menurut istilah yang diakui secara internasional, kabut adalah embun yang mengganggu penglihatan hingga kurang dari 1 Km.

Saat ini ada 4 macam jenis kabut yang diketahui, yaitu :

1. Kabut Advection
2. Kabut Frontal
3. Kabut Radisi
4. Kabut Gunung

Kabut Advection

Kabut advection adalah kabut yang terbentuk dari aliran udara yang melalui suatu permukaan yang memiliki suhu yang berbeda. Salah satu contoh kabut ini adalah kabut Laut yang terjadi ketika udara yang basah dan hangat mengalir di atas suatu permukaan yang dingin. Kabut laut sering muncul di sepanjang pesisir pantai dan di tepi-tepi danau.

Salah satu jenis yang lain dari Kabut Advection disebut Kabut Uap. Kabut ini terbentuk dari aliran udara dingin yang melalui air hangat. Uap air dari hasil penguapan permukaan air secara terus menerus, bertemu dengan udara dingin. Ketika udara mencapai titik jenuh, maka kelebihan uap air secara cepat mengembun menjadi kabut yang berasal dari penguapan permukaan air. Kabut Uap sering muncul pada saat udara dingin bertiup di atas danau yang luas dan bertiup diatas danau yang hangat.

Kabut Frontal

Kabut frontal terbentuk melalui suatu pertemuan antara dua masa udara yang berbeda temperaturnya. Kabut ini terbentuk ketika hujan turun dari masa udara yang hangat ke dalam masa udara yang dingin tempat uap air menguap. Dengan demikian akan menyebabkan uap air pada udara dingin melampau titik jenuh.

Kabut Radiasi

Kabut radiasi terbentuk pada malam yang tenang dan bersih, ketika tanah memancarkan kembali panas ke dalam udara. Satu lapis kabut terbentuk di seluruh permukaan tanah, dan secara bertahap bertambah menjadi tebal. Kabut Radiasi sering muncul di lembah-lembah yang dalam.

Kabut Gunung

Kabut gunung terbentuk ketika uap air bergerak menuju ke atas melewati lereng-lereng gunung. Udara dingin bergerak ke atas lereng sampai tidak sanggup menahan uap air. Titik-titik kabut kemudian terbentuk di sepanjang lereng gunung.

sumber: https://korananakindonesia.wordpress.com/2009/12/09/asal-usul-terjadinya-kabut/

July 14th, 2010 | Tags: , ,

Pagi2 masih gelap, teman2 sudah manggil2 untuk joging, malas rasanya keluar untuk joging karena rute nya sudah berkali-kali ya itu-itu saja, akhirnya saya putuskan untuk tidak mengikuti nya. Tapi sebagai gantinya saya langsung ambil kamera dalam tas dan jalan sendiri melewati jalan2 yang jarang dilalui.

Teringat didepan hotel kartika wijaya ada rangka bangunan tua yang sudah lama sekali dibiarkan begitu saja, hanya puing-puing penyangga bangunan yang ada, tidak tahu dulu waktu mulai membangun terus kehabisan dana atau masih ada sengketa tanah yang akan didirikan bangunan itu, yang jelas sayang sekali jika tanah seluas itu dibiarkan tidak produktif mengingat berada pada area pariwisata kota batu yang sangat strategis.

Diatas merupakan salah satu foto yang saya ambil, terlihat sunrise yang sangat cantik dihiasa pemandangan gunung yang indah dan puing2 bangunan kuno yang tersia-siakan.

Seharusnya Pemerintah Kota Batu tanggap dengan kondisi ini, kalau saja dibuat hotel atau tempat wisata akan menghasilkan pendapatan yang tidak sedikit, minimal bisa membuka lapangan kerja baru yang tentunya akan meningkatkan pendapatan perkapita kota Batu dan Malang.

July 13th, 2010 | Tags: ,

Apa itu Depth Of Field itu?

tunggu di next post aja dulu deh… ^___^

July 13th, 2010 | Tags: , ,

Hotel Kartika Wijaya, terletak di kota Batu, Malang yang sudah terkenal dengan keindahan wisata alam yang disajikan. Sudah lama sekali sejak pertengahan tahun 2008 saya tidak ke tempat ini walaupun untuk berlibur sekalipun, tapi lewat didepannya sering hehehe…

Seperti 2 tahun lalu, saat ini saya melakukan trip ke hotel ini juga karena ada acara kantor, ya… sekedar untuk menjauhkan dari gangguan pekerjaan operasional supaya bisa konsentrasi mengerjakan apa yg diagendakan disini ^^, kindoff meeting and workshop hehee…

Hotel kartika wijaya merupakan hotel yang berdiri sudah lumayan lama, tidak tahu pastinya kapan yang jelas sepertinya tertulis didekat ruang makan dekat kolam renang, bukan hanya classic, hotel ini juga menyajikan konsep hunian yang keren, cool… tata pemandangannya bagus, siang ini sempat mengambil beberapa foto sewaktu sarapan, seperti gambar diatas dan dibawah tulisan ini.

Sambil mencoba filter yang baru saja saya beli, filter CPL (Circular Polarized Lenses), hasil dari filter dan digabungkan dengan settingan picture control dari kamera lumayan memuaskan walaupun tanpa melewati fase post editing.

Cara memakai filter ini juga sangat mudah, hanya tinggal pasangkan pada ujung lensa dan langsung bisa dipakai, uniknya… filter ini bisa diputar dengan tingkat polarisasi yang semakin meningkat dari minimum hingga maksimum polarized. Sayangnya putaran yang bisa dilakukan hanya searah, jika kita putar ke arah sebaliknya maka ada kemungkinan filter akan terlepas dari lensa, jadi silahkan berhati2 memutar nya ^^

Beberapa keunggulan filter polarisasi ini antara lain:

- Langit

Filter ini bisa membirukan langit, tapi jangan salah! langit yang bisa dibirukan hanyalah langit yang sebenarnya sudah biru terlebih dahulu, hanya saja masih kurang maksimal, filter ini memberikan nuansa agak gelap dengan menurunkan kadar cahaya yang masuk ke lensa. Jika langit pada waktu itu putih, maka jangan berharap dengan menggunakan filter ini bisa menjadikan langit yg putih itu menjadi berwarna biru.

Ada kondisi lain juga yang harus dihindari dengan CPL ini, filter ini bekerja maksimal ketika arah matahari berada hampir tegak lurus ke matahari, jika berhadapan langsung maka filter ini kurang maksimal menjalankan tugas nya.

- Menghilangkan Refleksi

filter ini bisa menghilangkan refleksi yang tidak kita inginkan, misalnya ketika kita ingin memotret pantai yang penuh dengan karang yang indah, tp dengan tanpa menggunakan filter ini kita akan mendapatkan refleksi dari benda2 sekitar atau langit sehingga refleksi yang kita inginkan tidak terjadi.

Filter ini membantu mendapatkan pemandangan koral dan karang itu dengan baik ketika diambil dengan sudut kurang lebih 45 derajat. Selebih nya nanti akan dibahas pada postingan berkutnya, sekalian dengan contohnya ^^ belum sempat eksplor lebih lanjut

Refleksi yg dimaksud ini juga termasuk pada refleksi kaca, ketika kita ingin memotret orang atau benda yang berada dibelakang kaca, dengan tanpa filter akan kita dapatkan pantulan cahaya, dengan filter ini akan membantu masalah itu.

- Color Enhancement

Dengan CPL kita juga bisa mendapatkan warna yang lebih terasa dan juga membuat bayangan lebih gelap

- Light Absorbsion

The main side-effect of the polarizing filter is that it absorbs 1.5 stop of light. So, if you shoot at 1/180th of a second and then add the filter, you will find yourself at 1/60th of a second. This happens whatever the orientation for a polarizer. In low light situations, some type of camera support, such as a tripod, will be needed.

July 7th, 2010 | Tags: ,

Tidak terasa ternyata sudah lama tidak jeprat-jepret, alias kamera nganggur hiks… dikarenakan waktu yang tidak memungkinkan alias ‘sok sibuk’ hehe…

Akhirnya beberapa waktu yang lalu, kamera dibawa juga ke kantor untuk memotret pabrik yang sudah tidak beroperasi lagi, tp sekali lagi karena seharian agak repot jadi kelupaan motret pas istirahat hiks… tp karena sudah membawa kamera ya minimal dapat foto sedikit lah hehehe…

Setelah absen pulang maka dikeluarkanlah kamera nya eheheh… kebetulan waktu itu parkir dibelakang gedung sehingga dapatnya potret pemandangan dibelakang gedung utama SG ^__^ sambil mencoba filter polarisasi yang baru dibeli…

*pembahasan tentang filter polarisasi akan dibahas pada post berikutnya ^__^

July 6th, 2010 | Tags:

Daftar nama-nama bandara di indonesia dan dilengkapi dengan kode singkatannya yang dipakai di tiket pesawat. Bandar udara internasional memiliki 2 jenis penerbangan, yaitu penerbangan internasional dan penerbangan domestik.

Bandara Internasional

Jawa, Bali dan Nusa Tenggara

* CGK – Bandar Udara Soekarno-Hatta, Banten. Singkatan CGK merujuk kepada Cengkareng
* HLP – Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta
* SUB – Bandar Udara Juanda, Surabaya
* SOC – Bandar Udara Adisumarmo, Solo
* DPS – Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar, Bali
* JOG – Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta
* SRG – Bandar Udara Achmad Yani, Semarang
* BDO – Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung
* AMI – Bandar Udara Selaparang, Mataram

Sumatra

* MES – Bandar Udara Polonia, Medan
* BTH – Bandar Udara Hang Nadim, Batam
* TNJ – Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang atau – Bandar Udara Kijang, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (beroperasi mulai 29 Febuari 2007)
* PDG – Bandar Udara Minangkabau, Padang (beroperasi mulai 22 Juli)
* PLM – Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang
* PKU – Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru
* BTJ – Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh

Sulawesi

* UPG – Bandar Udara Hasanuddin, Makassar. Singkatan UPG merujuk kepada Ujung Pandang
* MDC – Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado
* PLW – Bandar Udara Mutiara, Palu

Kalimantan

* BPN – Bandar Udara Sepinggan, Balikpapan
* PNK – Bandar Udara Supadio, Pontianak
* BDJ – Bandar Udara Syamsuddin Noor, Banjarmasin

Domestik

Jawa, Bali dan Nusa Tenggara

* ABU – Bandar Udara Haliwen, Atambua
* ARD – Bandar Udara Mali, Kalabahi
* BJW – Bandar Udara Padamaleda, Bajawa
* BMU – Bandar Udara Muhammad Salahuddin, Bima
* CBN – Bandar Udara Penggung, Cirebon
* CXP – Bandar Udara Tunggul Wulung, Cilacap
* ENE – Bandar Udara H Hasan Aroeboesman, Ende
* KOE – Bandar Udara El Tari, Kupang
* LBJ – Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo
* LKA – Bandar Udara Dewayangtana, Larantuka
* LWE – Bandar Udara Wunopito, Lewoleba
* MLG – Bandar Udara Abdul Rachman Saleh , Malang
* MOF – Bandar Udara Wai Oti, Maumere
* RTG – Bandar Udara Frans Sales Lega , Ruteng
* SAU – Bandar Udara Terdamu, Pulau Sawu
* SWQ – Bandar Udara Brangbiji, Sumbawa Besar
* TMC – Bandar Udara Tambolaka, Tambolaka
* TSY – Bandar Udara Wiridinata, Tasikmalaya
* WGP – Bandar Udara Mau Hau, Waingapu
* ??? – Bandar Udara Nusa Wiru, Ciamis
* ??? – Bandar Udara Trunojoyo, Sumenep
* RTI – Bandar Udara Lekunik, Rote

Sumatra

* AEG – Bandar Udara Aek Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara
* BKS – Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu
* DJB – Bandar Udara Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi
* DUM – Bandar Udara Pinang Kampai, Dumai
* GNS – Bandar Udara Binaka , Gunung Sitoli
* KRC – Bandar Udara Depati Parbo, Kerinci
* LSW – Bandar Udara Malikus Saleh, Lhokseumawe
* LSX – Bandar Udara Landeng Lhoksukon
* NTX – Bandar Udara Natuna Ranai, Natuna
* PGK – Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang
* RGT – Bandar Udara Japura, Rengat
* SBQ – Bandar Udara Pinang Sori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara
* SIQ – Bandar Udara Dabo , Singkep
* SIW – Bandar Udara Sibisa, Kabupaten Toba
* TJQ – Bandar Udara H. A. S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan
* TKG – Bandar Udara Radin Inten II, Bandar Lampung
* TPK – Bandar Udara Teuku Cut Ali, Tapaktuan
* ??? – Bandar Udara Sei Pakning, Bengkalis
* ??? – Bandar Udara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara
* SKL – Bandar Udara Syeikh Hamzah Fansury , Kabupaten Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam

Sulawesi

* PSJ – Bandar Udara Kasiguncu, Poso
* KDI – Bandar Udara Wolter Wonginsindi , Kendari
* GTO – Bandar Udara Jalaluddin, Gorontalo

Kalimantan

* TRK – Bandar Udara Juwata , Tarakan
* PKY – Bandar Udara Tjilik Riwut , Palangkaraya
* SQG – Bandar Udara Susilo, Sintang
* PSU – Bandar Udara Pangsuma, Putussibau
* SMQ – Bandar Udara H.Asan, Sampit
* PKN – Bandar Udara Iskandar,Pangkalanbuun
* KBU – Bandar Udara Stagen, Kotabaru
* TSX – Bandar Udara Tanjung Santan, Santan
* SRI – Bandar Udara Temindung, Samarinda
* ??? – Bandar Udara Tumbang Samba, Tumbang Samba

Maluku & Papua

* TTE – Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate
* TIM – Bandar Udara Moses Kilangin, Timika
* AMQ – Bandar Udara Pattimura, Ambon
* MKW – Bandar Udara Rendani, Manokwari
* EWI – Bandar Udara Enarotali, Enarotali
* DJJ – Bandar Udara Sentani, Jayapura
* SOQ – Bandar Udara Jeffman, Sorong
* WMX – Bandar Udara Lembah Ballem, Wamena
* BIK – Bandar Udara Frans Kaisiepo, Biak
* MKQ – Bandar Udara Mopah, Merauke
* KNG – Bandar Udara Kaimana, Kaimana

Pangkalan militer

* PDG – Bandar Udara Tabing, Padang
* ??? – Bandar Udara Wiridinata, Tasikmalaya
* ??? – Bandar Udara Iswahyudi, Madiun
* ??? – Bandar Udara Atang Sendjaja, Bogor
* ??? – Bandar Udara Suryadarma Kalijati, Subang
* ??? – Bandar Udara Sulaiman Margahayu, Bandung
* ??? – Bandar Udara Sugiri Sukani Jatiwangi, Majalengka
* ??? – Bandar Udara Gorda Cikande, Serang

July 4th, 2010 | Tags:

´´´´´´´´´´´´´´

´´´´´´´´´´´´´´¶´¶¶´¶¶
´´´´´´´´´¶¶¶¶´´´´´´¶¶¶¶¶¶
´´´´´´´¶¶´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶
´´´´´¶¶´´´´´´´´¶¶´´´´´´´´´´¶¶
´´´¶¶´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶
´´¶¶´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶¶
´´¶´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´´¶´¶
´¶´´´´´´´´´´´´´´´´¶´´´´´´´´´´´´´¶
´¶´´´´´´´´´´´´´¶¶¶¶´´´´´´´´´´´´´´¶
´¶´´´´´´´´´´´´¶¶´¶´´´´´´´´´´´¶´´´¶
´¶´´´´´´´´´´¶¶¶¶¶¶´´´´´´´¶¶¶¶´´´´¶
´¶´´´´´´´´´¶¶¶¶¶¶¶´´´´´´¶¶´´¶´´´´¶
´´¶´´´´´´´´¶¶¶¶¶´¶´´´´´¶¶¶¶¶¶´´´¶
´´¶¶´´´´´´´¶´´´´´¶´´´´¶¶¶¶¶¶´´´¶¶
´´´¶¶´´´´´´¶´´´´¶´´´´¶¶¶¶´´´´´¶
´´´´¶´´´´´´¶´´´¶´´´´´¶´´´´´´´¶
´´´´¶´´´´´´¶¶¶¶´´´´´´´´´¶´´¶¶
´´´´¶¶´´´´´´´´´´´´´´´¶¶¶´´¶
´´´´´¶¶¶´´´´´´´¶¶¶¶¶´´´´´´¶
´´´´´´´´¶¶¶´´´´´¶¶´´´´´´´¶¶
´´´´´´´´´´´´¶¶´´´´´¶¶¶¶¶¶´
´´´´´´´´´´¶¶´´´´´´¶¶´¶
´´´´´´´¶¶¶¶´´´´´´´´¶´¶¶
´´´´´´´´´¶´´¶¶´´´´´¶´´´¶
´´´´¶¶¶¶¶¶´¶´´´´´´´¶´´¶´
´´¶¶´´´¶¶¶¶´¶´´´´´´¶´´´¶¶¶¶¶¶¶
´´¶¶´´´´´´¶¶¶¶´´´´´¶´¶¶´´´´´¶¶
´´¶´´´´´´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´´´´´´¶
´´´¶¶´´´´´´´´´¶´´´¶´´´´´´´´´´¶
´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´¶¶¶¶¶¶¶¶

July 4th, 2010 | Tags:

Iseng2 mengambil expresi teman secara tidak disadarinya atau yang sering disebut candid ternyata asyik juga, seperti pada gambar dibawah ini.

Seorang teman sedang asyik menulis sms sambil ‘ndodok’ di sebelah mobil di parkiran…

July 1st, 2010 | Tags: ,

June 30th, 2010 | Tags: , , ,

Beberapa bulan sering bolak-balik ke Padang membuat saya berkesempatan pergi ke beberapa tempat wisata yang poluler disana di akhir pekan seperti Pantai wisata Padang (taplau), danau singkarak, danau maninjau, pantai air manis (malin kundang), danau kembar, jembatan akar, jam gadang bukit tinggai dan lain. Tapi rasanya belum lengkap karena sejak oktober 2009, saya belum berkesempatan pergi ke Pulau Sikuai, pulau ini “katanya” sangat bagus seperti hal nya di Bali.

Pulau sikuai terletak tidak jauh dari Kota Padang, hanya perlu menyeberang dengan feri melalui palabuhan ditepi pantai padang, saya lupa nama pelabuhannya ^__^

Pagi ini saya mendengar beberapa teman saya yang di padang sedang pergi kesana… hiks… jadi pengen d:

Hope they want share the Photograph to me ^^

gambaran sekilas yg saya dapat dari internet seperti foto berikut:

sumber image: http://ruthwijaya.wordpress.com/2007/10/24/sikuai-island/

Subhanallah… begitu indah ciptaan Allah…

Page 11 of 18« First...910111213...Last »
TOP