<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arek Gresik Melancong &#187; Resensi Buku &amp; Film</title>
	<atom:link href="http://arekgresik.com/category/resensi-buku-film/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arekgresik.com</link>
	<description>Melihat dunia dari balik lensa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 May 2012 22:44:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>we can see the head&#8217;s</title>
		<link>http://arekgresik.com/2010/01/we-can-see-the-heads/</link>
		<comments>http://arekgresik.com/2010/01/we-can-see-the-heads/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 10:34:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku & Film]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arekgresik.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Gadis itu masih berusia enam belas tahun ketika perutnya mengalami konstraksi hebat yang membuatnya berteriak-teriak kesakitan. Usianya masih di awal enam belas, dengan tubuh ringkih seorang remaja, ketika sekujur tubuhnya berpeluh menahan denyutan-denyutan tak bersahabat yang membuatnya hampir putus asa dan membuatnya berpikir ulang, “Have I made a clever decision?” Gadis itu masih berusia enam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gadis itu masih berusia enam belas tahun ketika perutnya mengalami konstraksi hebat yang membuatnya berteriak-teriak kesakitan. Usianya masih di awal enam belas, dengan tubuh ringkih seorang remaja, ketika sekujur tubuhnya berpeluh menahan denyutan-denyutan tak bersahabat yang membuatnya hampir putus asa dan membuatnya berpikir ulang, “Have I made a clever decision?”<br />
Gadis itu masih berusia enam belas tahun ketika ia harus mengejan sekuat tenaga untuk mendorong bayi kecil perempuan itu dari dalam perutnya, safe and sound. Dengan segala kekuatan yang mendadak tumbuh sedemikian hebatnya ketika ia mendengar seorang perawat mengatakan, “Come on… Sedikit lagi… Push.. push… We can see the head’s coming!”</p>
<p>Ia memang masih berusia enam belas tahun; sangat labil, sangat emosional, sangat… um, muda.</p>
<p>Pertanyaan itu terus menggayut di dalam isi kepala gadis usia enam belas tahun itu sampai ia sesak nafas karenanya.</p>
<p>“Have I chose the right path? Have I took the right turn? Have I made the right decision?”</p>
<p>Sampai akhirnya, seorang bayi perempuan, berbobot normal, berambut gelap, bermata seperti biji berlian, menangis di pelukannya…menangis dalam timangannya… lalu memandangnya dengan kedua mata yang jernih ketika usai menyusu air susunya… Yeah. By that time she knew, she did the right thing, she made a clever decision…</p>
<p>Her name is Lorelai Gilmore, seorang perempuan yang enam belas tahun kemudian menjelma menjadi seorang perempuan sukses, dengan karir yang hebat, dan berhasil membesarkan puterinya, Rory Gilmore, menjadi a straight A’s student di sekolah terbaik dan menjadi calon mahasiswi idaman universitas Harvard.</p>
<p>Siapa yang menyangka bahwa keputusannya enam belas tahun itu adalah keputusan yang tepat? Membiarkan janin itu tumbuh di dalam perutnya lalu melahirkannya sembilan bulan kemudian dan membesarkannya tanpa suami. Ia memang memutuskan untuk tidak menerima pinangan pacarnya yang sama-sama masih remaja, masih awal enam belas tahun, yang dia pikir bukanlah seorang suami yang bisa membuat hidupnya jauh lebih baik.</p>
<p>She really thinks that raising a kid with herself was a clever decision. Entah apa yang terjadi kalau pada saat itu, ia memutuskan untuk gave up the child atau malah menikah di usia muda… Mungkin, ia malah tidak akan menjadi seorang perempuan berdedikasi tinggi seperti sekarang ini.</p>
<p>But anyhow..</p>
<p><a href="http://arekgresik.com/wp-content/uploads/2010/01/Gilmore-Girls2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-295" src="http://arekgresik.com/wp-content/uploads/2010/01/Gilmore-Girls2.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>It was only a movie, potongan adegan dari film seri yang saya tonton satu pekan kemarin, yang membuat saya rela begadang sampai pukul tiga pagi, karena saya tak bisa berhenti menonton kepingan episod-nya. It was Gilmore Girls, film seri Hollywood yang membuat saya berpikir cukup hebat dan otak saya terokupasi dengan pertanyaan-pertanyaan (tidak penting?).</p>
<p>Yeah,maybe it was only a movie, tapi bukankah terkadang, sebuah film terinspirasi dari kejadian-kejadian nyata.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arekgresik.com/2010/01/we-can-see-the-heads/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resensi: Avatar Movie</title>
		<link>http://arekgresik.com/2009/12/resensi-avatar-movie/</link>
		<comments>http://arekgresik.com/2009/12/resensi-avatar-movie/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 03:43:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku & Film]]></category>
		<category><![CDATA[avatar]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arekgresik.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[&#8216;Avatar&#8217; adalah film yang menceritakan tentang sebuah satelit sebesar bumi yang dihuni oleh bangsa Na&#8217;vi yang peradabannya mulai diusik oleh manusia. Bangsa Na &#8216;vi adalah mahluk primitif yang sekilas mirip manusia, hanya saja mereka bertubuh besar, berwarna biru dan memiliki ekor. Plot dimulai pada tahun 2154 saat bekas angkatan laut Amerika, Jake Sully (Sam Worthington) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img title="Avatar" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/b/b0/Avatar-Teaser-Poster.jpg/200px-Avatar-Teaser-Poster.jpg" alt="Avatar" width="200" height="297" /><p class="wp-caption-text">Avatar</p></div>
<p>&#8216;Avatar&#8217; adalah film yang menceritakan tentang sebuah satelit sebesar bumi yang dihuni oleh bangsa Na&#8217;vi yang peradabannya mulai diusik oleh manusia. Bangsa Na &#8216;vi adalah mahluk primitif yang sekilas mirip manusia, hanya saja mereka bertubuh besar, berwarna biru dan memiliki ekor.</p>
<p>Plot dimulai pada tahun 2154 saat bekas angkatan laut Amerika, Jake Sully (Sam Worthington) yang mengalami kelumpuhan pada kakinya akibat perang di bumi terpilih kedalam program Avatar. Avatar merupakan program pembuatan makhluk yang mirip dengan suku Na&#8217;vi sehingga memungkinkan Jake untuk bisa berjalan kembali.</p>
<p>Jake mendapat tugas untuk mempelajari kehidupan bangsa Na&#8217;vi. Adalah Neytiri (suara oleh Zoe Saldaña), anak perempuan dari raja klan Omaticaya yang mengajari Jake berbagai macam hal yang dilakukan oleh bangsa Na&#8217;vi.</p>
<p>Saat mempelajari kehidupan bangsa Na&#8217;vi, Jake menemukan berbagai macam hal yang menakjubkan baik dari kebudayaan bangsa Na&#8217;vi itu sendiri maupun dari keindahan hutan pandora.</p>
<p>&#8216;Avatar&#8217; merupakan salah satu film petualangan yang bertema epik. Ditulis dan disutradarai James Cameron, &#8216;Avatar&#8217; menjadi film yang paling dinantikan tahun ini. Apalagi, James Cameron yang sudah cukup lama tidak menyutradarai film bertema epik.</p>
<p>Biaya besar yang dihabiskan untuk film berdurasi selama 161 menit ini terbayar lunas dengan skenario, efek suara dan grafis yang fantastis. Hadir dengan teknologi IMAX 3D, &#8216;Avatar&#8217; dapat membuat penontonnya takjub dengan keindahan dari film ini.</p>
<p>Sukses berkolaborasi dalam &#8216;Aliens&#8217; dan &#8216;Titanic&#8217; membuat James Cameron lagi-lagi memberikan kepercayaan kepada James Horner dalam menangani scoring &#8216;Avatar&#8217;. Penyanyi pop asal inggris, Leona Lewis pun dipercaya untuk menyanyikan theme song &#8216;Avatar&#8217; yang berjudul &#8216;I See You&#8217;.</p>
<p>&#8216;Avatar&#8217; mendapat sambutan hangat dari kritikus film. Di salah satu situs film, &#8216;Avatar&#8217; meraih rating yang sangat baik, yakni 87 persen.</p>
<p>Sejauh ini &#8216;Avatar&#8217; telah mendapat penghargaan Best Picture dari New York Film Critics Online. Selain itu, Broadcast Film Critics Association mencantumkan &#8216;Avatar&#8217; dalam sembilan nominasinya. Bahkan, film ini masuk dalam nominasi 67th Golden Globe Awards pada kategori Best Motion Picture &#8211; Drama&#8221;, Best Director, Best Film Score dan Best Film Song bersaing dengan &#8216;Inglourious Basterds&#8217;.</p>
<p>Dari keseluruhan, &#8216;Avatar&#8217; layak mendapatkan lima bintang dan menjadi film wajib tonton di akhir tahun.</p>
<p>resensi dari kapanlagi.com</p>
<p>Terjebak di antara dua kubu yang bertikai memang tak pernah menyenangkan dan itulah yang dialami Jake Sully (Sam Worthington) saat ia setuju untuk dikirim ke Pandora. Di planet asing yang dihuni berbagai makhluk ini Jake yang semula berharap bisa memulai hidup baru malah terlibat masalah pelik yang mengharuskannya memilih pihak.</p>
<p>Jake adalah mantan marinir yang mengalami luka parah dalam sebuah pertempuran di bumi. Akibatnya kaki Jake mengalami kelumpuhan total. Ada satu harapan buat Jake. Jika ia mengikuti program Avatar dan dikirim ke planet Pandora maka ia akan kembali bisa berjalan seperti sedia kala meski konsekuensinya Jake akan menggunakan &#8216;tubuh baru&#8217;.</p>
<p>Agar memungkinkan buat manusia untuk hidup di Pandora maka mereka dibuatkan satu tubuh buatan dan pikiran para manusia ini akan ditanamkan ke dalam tubuh yang disebut Avatar ini sehingga Avatar ini seolah-olah adalah tubuh mereka sendiri. Tugas Jake adalah menjadi pemandu bagi beberapa manusia yang menggunakan tubuh Avatar untuk mencari sumber mineral baru untuk kepentingan industri di bumi.</p>
<p>Di tengah perjalanan, Jake bertemu Neytiri (Zoe Saldana), bangsa Na&#8217;vi penghuni planet Pandora. Seiring berjalannya waktu Jake pun jatuh cinta pada Neytiri. Berawal dari cinta inilah Jake lantas menghadapi dilema antara melanjutkan misinya mengeksplorasi Pandora atau membela kaum Na&#8217;vi melindungi Pandora.</p>
<p>Setelah sukses menggarap TITANIC di tahun 1997, nama James Cameron memang jarang terdengar. Di antara film TITANIC dan AVATAR ini praktis hanya ada dua film saja yang ia sutradarai, GHOSTS OF THE ABYSS dan ALIENS OF THE DEEP. Konon James lebih banyak menghabiskan waktu mempelajari kehidupan di dasar samudera dan berbekal pengetahuan ini pula James lantas menggagas film AVATAR ini.</p>
<p>Sejak diperkenalkan, film ini memang mengundang pertanyaan, &#8220;Apa yang akan ditawarkan sang maestro ini?&#8221; Dan sekarang pertanyaan itu terjawab tuntas, James Cameron kembali mengulang kesuksesan film TITANIC dengan menawarkan sebuah tontonan yang layak mendapat acungan jempol.</p>
<p>Dalam durasi sekitar 160 menit, James mampu menata grafik cerita dengan baik sehingga bagian akhir pun masih menyisakan &#8216;kekuatan cerita&#8217; dan bukan hanya sekedar solusi akhir yang murni berisi adegan laga. James memanfaatkan waktu 160 menit itu dengan baik sehingga seluruh aspek dari film ini dapat diekspos dengan baik.</p>
<p>Soal visual, ada yang menyebut CGI adalah pedang bermata dua. Terlalu banyak CGI maka film jadi buruk sementara bila sektor ini tak diperhatikan yang terjadi adalah sajian visual yang tak memuaskan. James sepertinya paham benar dan menempatkan teknologi pada tempat yang seharusnya. Visual efek terlihat sangat realistis terlebih pada ekspresi wajah bangsa Na&#8217;vi yang benar-benar mencerminkan emosi yang mereka rasakan saat itu. James mampu membangun sebuah dunia yang penuh imajinasi tanpa harus terjebak dengan eksploitasi CGI yang berlebihan.</p>
<p>Kalaupun ada kekurangan yang terasa sebenarnya adalah ide cerita yang terasa generik. Kalau mau jujur, ide dasar cerita ini tak jauh beda dengan beberapa film yang mencoba mengungkap masalah yang sama seperti DANCES WITH WOLVES atau THE LAST SAMURAI.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arekgresik.com/2009/12/resensi-avatar-movie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

