Gunung Bromo

Gunung Bromo, terletak di propinsi Jawa Timur dan masuk kedalam 4 wilayah kabupaten yang berbeda yaitu kabupaten Probolinggo, kabupaten Malang, kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Lumajang. Sekarang ini Gunung Bromo telah menjadi ikon utama tujuan wisata di Jawa Timur, bahkan Gunung Bromo menjadi sarana utama promosi pariwisata pemerintah dengan tag line “East Java 2011″.
Object wisata yang bisa dinikmati dikawasan gunung bromo sebagai berikut:
- Melihat matahari terbit ( sunrise ) di Gunung Penanjakan
- Rekreasi olahraga dan Petualangan
- Interpretasi Flora dan Fauna serta Ekosistem yang ada di TNBTS
- Wisata Geovulkanologi
- Foto Hunting
- Wisata Budaya Adat Suku Tengger.
Untuk menuju tempat ini bisa dilalui melalui beberapa rute dengan beberapa tingkat kesulitan dan keindahan yang bervariasi, lebih lengkap nya bisa di lihat di situs khusus tentang wisata alam gunung bromo dan sekitarnya http://d16do.blogdetik.com/wisata/ , dalam situs tersebut bisa juga dipelajari tentang kebudayaan orang suku tengger dan keindahan alam yang mengelilingi kawasan wisata bromo ini.
Setelah lama ingin melakukan perjalanan ke Gunung Bromo yang fenomenal ini akhirnya pada tanggal 05 Juni 2010, sengaja kami berangkat lebih siang karena ingin mengambil foto2 alam sekitar dalam perjalanan ke Gunung Bromo, selain itu juga untuk menghindari kabut tebal yang biasanya terjadi pada sore dan malam hari.

Seperti rencana awal, disepanjang perjalanan menuju TKP jika ada Point Of Interest yang lumayan menarik, tanpa pikir panjang langsung menghentikan mobil yang kami kendarai dan mengambil kamera ^__^ salah satu nya adalah gambar diatas yang menunjukkan pepohonan yang hijau tertutupi oleh kabut tebal disepanjang jalan dilereng2 gunung menuju kawasan pananjakan. Diperjalanan kami menjumpai beberapa petani yang sedang menjalankan aktivitasnya dan juga beberapa orang tengger yang sedang berjalan kaki menuju gunung bromo.
Sebelum memasuki kawasan pananjakan, kami diwajibkan melaporkan diri ke posko yang telah disediakan oleh pihak yang berwenang, disana kami diberikan pengarahan tentang kawasan Pananjakan dan Bromo, berapa tarif penginapan dan kendaraan 4WD yang bisa disewa oleh pengunjung. Menurut informasi dari posko, rata2 untuk penginapan bisa mencapai harga Rp. 100.000 an, tentunya bisa ditawar, menurut pengalaman dari beberapa teman yang sudah beberapa kali ke Bromo bisa sampai dengan harga Rp. 50.000 an.
Sedangkan untuk kendaraan, harganya bervariasi antara Rp. 250.000 sampai 350.000 sesuai dengan kendaraan yang disewa. Disarankan untuk tetap menawar walaupun kelihatannya harga bagi kita sudah lumayan murah, tapi pada kenyataannya orang lain bisa mendapatkan harga lebih murah dari perkiraan kita, kalau bisa dapat harga yang lebih murah, sisanya kan bisa dipakai untuk makan2 setelah turun dari Bromo hehehe…
Jam 03.00, akhirnya kami putuskan berangkat dari penginapan yang kami sewa menuju ke Pananjakan. Sesampai di Pananjakan masih belum beberapa ramai jadi masih bisa memilih tempat dengan lebih leluasa, karena beberapa saat kemudian tiba2 kawasan yg disediakan untuk view gunung bromo dan melihat sunrise penuh sesak dengan kehadiran banyak wisatawan baik lokal maupun internasional.
Ketika matahari sudah beranjak dari peraduannya, para wisatwan pun mulai berebut mendapatkan tempat yang paling depan untuk mendapatkan view terbaik, apalagi yang memang datang kesana untuk mengambil foto, dari awal sudah janjian dengan para pencari foto yang lain untuk bergantian tempat, kalau tidak di atur seperti itu tidak akan mendpatkan tempat yang bagus untuk foto.
setelah mengambil beberapa foto pemandangan gunung bromo dan sunrise nya, tidak lupa untuk mengambil bukti kalau sudah pernah ke sini xixixi… foto narsis ^___^
Setelah puas dengan pemandangan bromo dari view pananjakan akhirnya perjalanan ke bromo nya dimulai… pemandangan dalam perjalanan turun ke gunung bromo tidak kalah menarik daripada di pananjakan, view gunung bathok kelihatan lebih eksotis dan sangat fotogenik ^__^

Medan yang dilewati menuju ke gunung bromo cukup menantang, walaupun sudah beraspal tapi kondisi aspal nya sudah tidak bagus lagi, sudah retak-retak dan remuk. Kondisi jalan tersebut membuat perjalanan lebih mengasyikkan dengan manuver2 hartop yang dinaiki ^__^.
Untuk mencapai gunung bromo, ada satu lagi kawasan yang harus dilalui, yaitu lautan pasir yang jarang ditemukan dibagian lain di indonesia (: , tempat ini juga ternyata banyak dimanfaatkan oleh fotografer untuk mengambil foto, ada yang malah dengan sengaja datang dengan perlengkapan lengkap plus model untuk mengadakan foto session ditempat ini, pengen turun sih waktu itu, tapi kondisi tidak memungkinkan, angin yang kencang dengan banyak debu membuat kami takut kamera yang kami bawa kemasukan pasir ^__^
Tepat dibawah gunung bromo ada sebuah pura yang saya tidak tahu masih dipakai atau tidak, bangunnya sudah lumayan kuno.

Dari foto diatas bisa kita lihat ada kuda bersama pawang nya sedang istirahat. Bagi yang sudah kelelahan atau yang tidak mau memaksakan untuk berjalan kaki menuju puncak, disediakan transportasi berupa kuda yang tarifnya bervariasi juga, bahkan kalau lagi ramau dan jarang yang mau naik kuda bisa jadi harganya lebih murah, sempat iseng nawar2 “20rb untuk ber 3 bisa g pak?” , eh kaget ternyata ada yang mengiyakan ehhehehee… tapi karena tidak ada niat untuk naik kuda, maka tidak jadi naik kuda ^__^

fiuh..panjang ya bacanya, capeknyaa
tp perlu diedit lagi nih…
Da selalu mengulangi kesalahan yg sama… Gak Teliti !!!
cukup menarik n tertarik juga..jd pengen hiks…
walah mass itu kota nya Probolinggo salah ketik tuhh…
aku yo wis post Bromo pisan nang blogku hehe
@unie: thanks 4 the review ya (:
@Danu: hehee… kapan hunting lagi nih dan? ada tempat bagus lain g selain bromo ^__^.
langsung meluncur ke web nya gan (=
Semarang kota tua nya menarik mas…. cuman ya gitu jauh dari sini hehe
pura di padang pasir masih dipake. terutama untuk upacara kasodo
uapik fotone
@Danu: ayon dan, cari pesertanya dulu, semakin banyak semakin asyik ^__^
hehe
@mas jim: iya mas, kapan hari sempat tanya ke orang tenggernya, kira2 bulan agustus ada hari raya kasodo… kayaknya menarik untuk diliput
@imaniar: tengkyuu…