Mengenang KA Parahiangan

KA Parahiangan, kini kereta api langganan orang2 yang setiap hari melakukan perjalanan dari kota bandung ke jakarta dan atau sebaliknya kini telah menjadi kenangan, alasannya klasik seperti halnya perusahaan-perusahaan yang bangkrut lainnya di indonesia. PT KA melikuidasi KA Parahyangan karena selalu merugi rata-rata Rp32 miliar setiap tahunnya.
PTKA sendiri awalnya hanya akan mengoperasikan KA Argo Gede, namun karena aspirasi masyarakat yang ingin mempertahankan nama KA Parahyangan yang legendaris, maka PTKA mengganti nama KA itu dengan KA Argo Parahyangan.
KA Parahyangan sendiri dioperasikan sejak 31 Juli 1971, dan merupakan salah satu KA legendaris. KA Parahyangan mencapai masa kejayaanya hingga awal 1990-an, namun okupansinya merosot drastis pasca dibukanya Tol Cipularang.
Masih teringat jelas beberapa kali ke bandung dari jakarta, kereta ini membawa banyak kenangan manis bersama teman2, pemandangan indah dari jendela KA Parahiangan yang melewati indah nya alam pedesaan antara jakarta hingga bandung, walaupun bukan orang bandung dan tidak terlalu sering malakukan perjalanan dari dan ke bandung, tapi kalau dilihat dari frekuensi dan animo masyarakat yang menggunakan jasa kereta api yang sudah cukup berumur ini, tampak jelas sekali bahwa kereta ini sudah menjadi bagian dari hidup warga bandung yg tengah mencari rizki di jakarta dan sekitarnya dan sebaliknya.
Terakhir kali saya kesana setahun yang lalu, berangkat sendirian dari stasiun Gambir kota jakarta dengan niat jeprat-jepret menyalutkan hobi fotografi dengan membawa perlengkapan lengkap, saya sudah ditunggu teman2 yang sudah terlebih dahulu berada disana, ada Rinta Adita dari jakarta yg terlebih dulu berada disana karena ada urusan kantor beberapa hari sebelumnya, ada Vivin dan Danu, mahasiswa dari Malang yang sengaja datang beberapa hari sebelumnya untuk menghabiskan waktu libur kuliahnya di Bandung, dan ada satu lagi Pingki yang memang sudah stay lama di bandung karena kuliah di ITB. Kapan ya bisa jalan2 bareng lagi ^__^, lebih lengkap tentang perjalanan waktu itu ada di posting sebelumnya (kawah putih, braga dll).
Kembali ke kereta api parahiangan, waktu itu… saya agak lupa berapa pastinya harga tiket dari jakarta-bandung dan sebaliknya, tapi yang jelas untuk kelas eksekutif yang saya naiki tidak terlalu mahal dan yang jelas saya dapat banyak kenalan baru ketika berada di kereta api itu ^__^, bahkan sampai sekarang masih sering kontak.
Bagi penumpang dan pengguna kereta api Parahiangan tidak usah khawatir, karena kereta ini tidak benar2 hilang dari peredaran, KA Parahiangan kini karena keterbatasan biaya operasional kini telah bergabung dengan KA lain yaitu Kereta Api Argo Gedhe menjadi Kereta Api Argo Parahiangan. Tarif yang ditawarkan pun tidak kalah kompetitif seperti KA Parahiangan.
Berdasarkan sumber dari website berita Antara, Tarif KA Argo Parahyangan antara lain kelas eksekutif untuk hari Selasa hingga Kamis senilai Rp50 ribu, sedangkan untuk kelas eksekutif Jumat, Sabtu, Minggu dan hari libur Rp65.000.
Sementara itu, tarif kelas bisnis tidak berubah sama seperti kelas bisnis KA Parahyangan yakni Rp30 ribu.
“Tarif Parahyangan ada, juga tarif Argo Gede masih bisa dinikmati. Jadwal perjalanan disesuaikan dengan kebutuhan penumpang KA Parahyangan dan Argo Gede,” kata Bambang.
Dengan beroperasinya KA Argo Parahaingan, maka KA Parahyangan dan KA Argo Gede berakhir sudah pengabdian kedua kereta itu di jalur Bandung – Jakarta dan sebaliknya.
Kapan2 kalau ada waktu ingin mencoba menaiki kereta api baru ini, ada yang pengen nemenin, yuuk bareng2 hehe… ^__^
