Air Terjun Kakek Bodo
Sambil menyelam minum air, bisa peribahasakan seperti itu jika melihat perjalanan kami ke air terjun kakek bodo pada waktu itu. Karena pada waktu itu benar2 tidak ada rencana sama sekali untuk mengunjungi salah satu object wisata daerah Tretes, Malang ini. Disela-sela training yang diselenggarakan oleh perusahaan tempat saya bekerja, pada waktu pagi itu teman-teman mengajak untuk jalan-jalan untuk sekedar mencari keringat mengingat didaerah tretes sangatlah dingin sehingga sulit untuk mengeluarkan keringat. Akhirnya diputuskan untuk menaiki bukit yang diatasnya ada air terjun yang oleh masyarakat sekitar disebut Air Terjun Kakek Bodo atau dalam bahasa inggris disebut Kakek Bodo Waterfall. Teman-teman biasa memelesetkan menjadi Stupid Grandfather Waterfall. hehehe…

Air Terjun Kakek Bodo
Di bukit itu tidak hanya ada air terjun, diatas bukit juga biasa dipakai sebagai bumi perkemahan sehingga objek wisata ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Pada waktu perjalanan kami naik keatas bumi perkemahan sedang berlangsung outbond dari perusahaan taxi bluebird yang pesertanya terdiri dari bapak2 supir taxi, kebanyakan sudah gendut2 hehehe…

Outbond di kakek Bodo
Air terjun Kakek Bodo berada pada ketinggian 850 mdpl, di kawasan wisata Tretes. Dapat ditempuh dari Surabaya dengan jarak sekitar 51 km kearah Malang. Atau dari Malang dengan jarak tempuh 70km. Dari Surabaya kita naik bus jurusan Malang atau sebaliknya, turun di Pandaan dan ganti kendaraan ke jurusan Tretes. Kendaraan yang menuju kawasan wisata Tretes ini berupa Izusu L300 yang berhenti di pertigaan Pasar Buah Tretes. Dengan tarif Rp.5.000,- per orang. Turun di depan hotel Tanjung. Kemudian lanjutkan perjalanan menaiki bukit dengan hanya membayar Rp. 6000 per orang untuk bisa melewati pintu masuk.
Saya tidak seberapa tahu mengapa air terjun ini disebut sebagai air terjun kakek bodo, menurut beberapa cerita dari warga sekitar sih karena ada makam “Kakek Bodo” disekitar air terjun, sehingga disebut dengan air terjun kakek bodo.
Menurut cerita penduduk setempat “Kakek Bodo” dahulunya adalah seorang pembantu rumah tangga keluarga Belanda. Dia seorang yang saleh dan jujur. Dia meninggalkan keluarga Belanda tersebut untuk mensucikan diri meninggalkan masalah keduniawian dengan bertapa. Karena sikapnya ini keluarga Belanda yang ditinggalkannya menyebutnya sebagai kakek yang bodoh (Kakek Bodo).
Berikut ini beberapa view yang bisa dinikmati ketika dalam perjalanan menuju Air Terjun Kakek Bodo:
Anak Sungai Kakek Bodo
