Danau Maninjau

January 14th, 2010 | Tags: , , , , , , ,
by Taqi
Danau Maninjau

Danau Maninjau

Kita sebagai bangsa indonesia seharusnya banyak bersyukur karena dikarunia alam yang sangat indah, kemanapun tempat kita tuju, lihat kiri kanan terbentang karunia Nya. Subhanallah…

Salah satu keindahan alam yang diberikan kepada kita adalah Danau Maninjau, yang terletak di Sumatera Barat tepatnya di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.

Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter.

Danau Maninjau ini ternyata menyimpan sebuah cerita di masyarakat yang menyangkut tentang asal-usul terbentuknya danau maninjau ini. Oleh masyarakat sekitar cerita itu disebut sebagai legenda “Bujang Sembilan”.

Alkisah ada satu keluarga terdiri dari 10 orang, 9 orang laki-laki (bujang) dan seorang perempuan bernama Sani. Keelokan paras dan perilaku Sani menjadi daya pikat tersendiri bagi seorang pemuda bernama Sigiran. Singkat kata mereka kemudian menjalin asmara. Suatau haru mereka dituduh telah melakukan perbuatan amoral oleh para bujang. Untuk membuktikannya, mereka melompat ke kawah Gunung Tinjau. Mereka bersumpah jika mereka melakukan tindak amoral maka gunung ini tidak akan meletus. Akhirnya gunung tersebut meletus yang juga menandakan bahwa Sani dan Sigiran tidak melakukan perbuatan amoral. Dan Hasil letusan tersebut membentuk kawah besar yang kemudian diisi oleh air dan menjadi danau seperti sekarang ini.

Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau. Kini dari atas kelok yang ke 44 hingga turun ke danau maninjau sudah diberikan tanda sebagai run down milestone kelok, jadi pengunjung bisa melihat dia sudah mencapai kelok yang keberapa.

Salah satu kelok di Kelok 44

Salah satu kelok di Kelok 44


No comments yet.
*