Old Batavia

Old Batavia
Salah satu bukti kejayaan suatu negara pada masa silam adalah adanya bagunan-bangunan dan prasasti yang menggambarkan kejayaan tersebut, kita tahu di jogjakarta ada candi borobudur dan prambanan sebagai bukti bahwa pada masa lalu pernah berdiri kerjaan besar di daerah tersebut.
Bukan hanya kejayaan yang meninggalkan jejak sejarah, bekas penjajahan meninggalkan kenangan pahit yang tidak dapat dilupakan, penyiksaan, pembunuhan dan pemerasan menghantui masyarakat yang pernah dijajah. Indonesia termasuk salah satu negara yang dijajah oleh beberapa negara adidaya pada masa nya, hal tersebut meninggalkan banyak kenangan pahit. Dengan pernah di jajah nya negara ini oleh bangsa eropa seperti belanda dan portugis, maka tidak jarang penjajah tersebut mendirikan bangunan sebagai markas mereka selama menduduki indonesia, bangunan ini banyak dijumpai diberbagai tempat di Indonesia.
Jakarta sebagai pusat pemerintahan tentunya tidak lepas dari pendudukan Belanda, sehingga penjajah mendirikan bangunan-bangunan khas eropa sebagai pusat pemerintahan mereka di negara jajahan.
Setelah masa penjajahan berlalu dan kemerdekaan pun di raih, bangunan-bangunan kuno tersebut menjadi bukti sejarah kelam bangsa indonesia, di jakarta, terdapat tempat yang menyimpan kenangan2 tersebut, kita sebut saja di Old Batavia. Berjajar bangunan-bangunan kuno yang megah dari museum fatahillah hingga pelabuhan sunda kelapa.
Masih seperti tempat-tempat wisata lain di indonesia, pengelolaan menjadi permasalahan utama di Kota Tua Jakarta ini, padahal tempat ini sangat berpotensi menarik banyak wisatawan baik dari dalam dan luar negeri.
Jembatan Kota Intan
Sebagai pusat kota dan pusat perdagangan di asia sejak abad ke-16, old batavia mempunyai tempat2 dan gedung bersejarah, tempat-tempat bersejarah itu antara lain:
- Luar Batang Mosque
- The Port of Sunda Kelapa
- Pasar Ikan (Fish Market)
- Museum Bahari (Maritime Museum)
- Menara Syahbandar (Port Tower)
- Kota Intan Drawbridge
- Kali Besar (Grootegratch)
- Wayang Museum (Former Church of Batavia)
- Fatahillah Square
- Fine Arts and Ceramics Museum (Former Court of Justice of Batavia)
- Jakarta Historical Museum (Former Stadhuis of Batavia)
- Cafe Batavia
- Toko Merah (Red Store)
- Chartered Bank
- Bank Indonesia Museum
- Bank Mandiri Museum
- Jakarta Kota Station (Beos Station)
- Glodok and Pinangsia Area (Jakarta Chinatown)
- Petak Sembilan
- Jin De Yuan Temple (Vihara Dharma Bhakti)
- Chandranaya Building
- Archieve Building
Kondisi beberapa bagunan kuno banyak yang telah memburuk, tapi sekarang sudah mulai mendapatkan perhatian dari pemerintah jakarta, bangunan2 tersebut yaitu: Stadhuis of Batavia – kantor gubernur VOC, museum bahari dan sunda kelapa.
Semoga pemerintah kota setempat memperhatikan bangunan-bangunan kuno yang seharusnya bisa dimaksimalkan menjadi potensi wisata sejarah. Maju terus pariwisata Indonesia…!

Govern Office

ayo hunting om.. mohon pencerahannya juga
This is a tremendous web site, im lucky I found this. Ill be back again in the future to check out other posts that you have on your blog.
This is a good post, I was wondering if I could use this blog on my website, I will link it back to your website though. If this is a problem please let me know and I will take it down right away.
This is a good write-up, I located your weblog browsing google for a similar subject and came to this. I couldnt find to much different details on this blog post, so it was pleasant to find this one. I will certainly be returning to look at some other articles that you have another time.
I read about it some days ago in another blog and the main things that you mention here are very similar
@danu: ayo hunting bro… kita belajar bareng lah… ^__^
@Willber: thanks for appreciate my blog, please keep check out my other post of this blog (=
@Rocky: doesn’t matter Rocky, u can use an image or a post of this blog through ur website, but i hope you willing to write a link to my web blog
@Jarvis: thanks bro, its a pleasant 4 me too… keep read my post