Jalan pagi di Pelabuhan Gresik

Menikmati udara pagi memang bisa membuat hati menjadi lebih plong dan segar… akhir mingu kemarin nyempet2in jalan2 pagi sambil menikmati sunrise yang katanya lumayan bagus. Saya tidak menyangka pagi itu banyak sekali pengunjung yang berniat sama seperti saya.
Tapi sungguh sangat mengecewakan, pagi itu ternyata matahari tidak kunjung menunjukkan wajahnya, hari minggu pagi jadi mendung romantis. Akhirnya sedikit demi sedikit pengunjung mulai pulang dengan kecewa, tapi dalam hati berkata, masak sudah kesini g dapet apa2, jalan sedikit eh ternyata ada banyak kapal yang sedang berlabuh… beberapa foto nya bisa dilihat di postingan ini.

Hunting Retro

Iseng2 ngobrol dengan teman2 fotografer, eh langsung ada ide motret bareng dengan tema jadul alias retro. Awalnya langsung kepikiran untuk mengambil foto di kota tua gresik, Pulopancikan. But just before take a shot on that place, we got a litle dissapointment ’bout that place, a few unconfortable to shot coz all building is owned by citizen.
Finally, we decide to shot on Guest House of Semen Gresik. ^^
Langsung saja dengan spontan masuk dan minta ijin untuk foto2 disana, untung pengurus bisa diajak kerjasama hehehe… kalo g, bisa panjang urusannya
Peserta hunting kali ini lumayan banyak, ada yang bener2 pemula seperti saya, ada juga yang sudah expert, sehingga bisa belajar banyak dari para expertize, curi2 ilmu gitu… sama2 belajar ^^
Dalam hunting kali ini, ada 2 model yang bersedia difoto, tp untuk posting kali ini dipasang satu dulu, yaitu Nesia, teman dari gresik juga ^^

A Part of GWalk Festival
Hari sabtu 17 Juli 2010, di dalam perumahan mewah CitraLand yang tepatnya di kawasan kuliner GWalk diadakan festiwal yang diikuti dari berbagai macam kalangan untuk menampilkan kesenian yg beragam juga, ada kesenian daerah sampai dengan Marching Band.
Kebetulan waktu itu hanya punya waktu sedikit untuk kesana, sesaat sebelum acara dimulai jadi tidak bisa mengambil banyak gambar hiks…
oh iya… diacara ini juga ada lomba fotografinya lo… disekitar panggung dipenuhi oleh teman2 fotografer yang sudah mendaftarkan diri sebelumnya untuk mengikuti lomba… ditunggu upload foto nya yah teman2 sekalian ^^
Read More
Kota Tua Malang di Malam hari

Jika di Jakarta punya kawasan classic yang sering disebut ‘Old Batavia’ atau ‘Kota Tua Jakarta’, maka kota malang juga tidak mau ketinggalan, di kota malang juga sebenarnya terdapat kawasan yang dilingkungannya terdapat bangunan-bangunan kuno peninggalan masa-masa penjajahan Belanda, kita sebut saja Kota Tua Malang ^^.
Bangunan-bangunan kuno di Malang tersebar dibeberapa tempat, seperti di kawasan Ijen, disini terdapat banyak sekali bangunan2 kuno, banyak juga kegiatan yang dilakukan disini untuk kepentingan promosi wisata kota Malang, seperti Festival Malang Tempoe Doeloe (seperti dibahas pada post terdahulu) dan sebagainya ^^.
Namun yang disayangkan, seperti pada tempat2 pariwisata lain di Indonesia, kurangnya ekspose, perawatan dan pengembangan dari pihak yang berwenang yang dalam hal ini Departemen Pariwisata Kota Malang membuat tempat2 kuna nan bersejarah ini kurang diminati oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Padahal daerah ini mempunyai potensi yang luar biasa.
Selain di kawasan Ijen, ada lagi bangunan kuno yaitu gereja kuno di depan Toko ‘Oen (seperti foto diatas), woowww… bangunnya begitu artistik khas bangunan dari Eropa jaman dulu… sekali lagi jika ini bisa dimanfaatkan dengan baik akan bisa menjadi pariwisata yg sangat fantastis.
Dengan mulai banyaknya bangunan2 modern dan mall2 yang berdiri megah di kota malang, katakan saja seperti Malang Town Square (Matos), Malang Olympic Garden (MOG) dan sekarang ada baru lagi tepat disamping Matos, MX, keberadaan bangunan2 kuno bersejarah mulai redup sinarnya… yah… semoga mendapatkan penanganan lebih lanjut

Berkabut

Masih disekitaran kota Batu, Malang dan masih juga dalam satu session dengan foto pada posting sebelumnya ^^ waktu itu tiba2 didaerah sekitar pegunungan dipenuhi dengan kabut, woww… subhanallah… salah satu foto yang sempat terabadikan dapat dilihat diatas ^__^
Pada tulisan diatas, sempat saya sebut tentang kabut, lalu apakah kabut itu? dan bagaimana asal usul kabut?
Kabut atau dalam bahasa inggris disebut Fog adalah kumpulan tetes-tetes air yang sangat kecil yang melayang-layang di udara. Kabut mirip dengan awan, perbedaannya, awan tidak menyentuh permukaan bumi, sedangkan kabut menyentuh permukaan bumi. Biasanya kabut bisa dilihat di daerah yang dingin atau daerah yang tinggi. Kira-kira bagaimana ya kabut bisa terbentuk? Jika ingin tahu jawabannya silahkan lanjutkan membaca artikel ini selengkapnya.
Pada umumnya, kabut terbentuk ketika udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya. Jika udara berada di atas daerah perindustrian, udara itu mungkin juga mengandung asap yang bercampur kabut membentuk kabut berasap, campuran yang mencekik dan pedas yang menyebabkan orang terbatuk. Di kota-kota besar, asap pembuangan mobil dan polutan lainnya mengandung hidrokarbon dan oksida-oksida nitrogen yang dirubah menjadi kabut berasap fotokimia oleh sinar matahari. Ozon dapat terbentuk di dalam kabut berasap ini menambah racun lainnya di dalam udara. Kabut berasap ini mengiritasikan mata dan merusak paru-paru. Seperti hujan asam, kabut berasap dapat dicegah dengan mengehentikan pencemaran atmosfer.

Kabut juga dapat terbentuk dari uap air yang berasal dari tanah yang lembab, tanaman-tanaman, sungai, danau, dan lautan. Uap air ini berkembang dan menjadi dingin ketika naik ke udara. Udara dapat menahan uap air hanya dalam jumlah tertentu pada suhu tertentu. Udara pada suhu 30º C dapat mengandung uap air sebangyak 30 gr uap air per m3, maka udara itu mengandung jumlah maksimum uap air yang dapat ditahannya. Volume yang sama pada suhu 20º C udara hanya dapat menahan 17 gr uap air. Sebanyak itulah yang dapat ditahannya pada suhu tersebut. Nah, udara yang mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.
Ketika suhu udara turun dan jumlah uap air melewati jumlah maksimum uap air yang dapat ditahan udara, maka sebagian uap air tersebut mulai berubah menjadi embun. Kabut akan hilang ketika suhu udara meningkat dan kemampuan udara menahan uap air bertambah. Menurut istilah yang diakui secara internasional, kabut adalah embun yang mengganggu penglihatan hingga kurang dari 1 Km.
Saat ini ada 4 macam jenis kabut yang diketahui, yaitu :
1. Kabut Advection
2. Kabut Frontal
3. Kabut Radisi
4. Kabut Gunung
Kabut Advection
Kabut advection adalah kabut yang terbentuk dari aliran udara yang melalui suatu permukaan yang memiliki suhu yang berbeda. Salah satu contoh kabut ini adalah kabut Laut yang terjadi ketika udara yang basah dan hangat mengalir di atas suatu permukaan yang dingin. Kabut laut sering muncul di sepanjang pesisir pantai dan di tepi-tepi danau.
Salah satu jenis yang lain dari Kabut Advection disebut Kabut Uap. Kabut ini terbentuk dari aliran udara dingin yang melalui air hangat. Uap air dari hasil penguapan permukaan air secara terus menerus, bertemu dengan udara dingin. Ketika udara mencapai titik jenuh, maka kelebihan uap air secara cepat mengembun menjadi kabut yang berasal dari penguapan permukaan air. Kabut Uap sering muncul pada saat udara dingin bertiup di atas danau yang luas dan bertiup diatas danau yang hangat.
Kabut Frontal
Kabut frontal terbentuk melalui suatu pertemuan antara dua masa udara yang berbeda temperaturnya. Kabut ini terbentuk ketika hujan turun dari masa udara yang hangat ke dalam masa udara yang dingin tempat uap air menguap. Dengan demikian akan menyebabkan uap air pada udara dingin melampau titik jenuh.
Kabut Radiasi
Kabut radiasi terbentuk pada malam yang tenang dan bersih, ketika tanah memancarkan kembali panas ke dalam udara. Satu lapis kabut terbentuk di seluruh permukaan tanah, dan secara bertahap bertambah menjadi tebal. Kabut Radiasi sering muncul di lembah-lembah yang dalam.
Kabut Gunung
Kabut gunung terbentuk ketika uap air bergerak menuju ke atas melewati lereng-lereng gunung. Udara dingin bergerak ke atas lereng sampai tidak sanggup menahan uap air. Titik-titik kabut kemudian terbentuk di sepanjang lereng gunung.
sumber: https://korananakindonesia.wordpress.com/2009/12/09/asal-usul-terjadinya-kabut/
Read More






